Blora, MEMANGGIL.CO - Aktor populer asal Jepang, Sota Fukushi, kini tengah berada di pusaran kontroversi. Kehadirannya dalam drama Korea terbaru Netflix, Can This Love Be Translated?, memicu gelombang boikot dari sebagian netizen Korea Selatan.

Bukan karena kualitas aktingnya, polemik ini justru berakar dari pernyataan masa lalu Sota terkait sejarah sensitif antara Jepang dan Korea.

Jejak Karier dan Debut di Drakor

Sota Fukushi bukanlah nama baru di industri hiburan Asia. Namanya meroket setelah membintangi serial Kamen Rider dan deretan film adaptasi manga populer seperti Bleach hingga Strobe Edge.

Di awal tahun 2026, ia memutuskan untuk melebarkan sayap ke industri Hallyu lewat drama romantis bersama Kim Seon Ho dan Go Youn Jung. Sota memerankan karakter Hiro, seorang pria yang terjebak cinta bertepuk sebelah tangan dengan sang aktris utama.

Pernyataan 11 Tahun Lalu yang Kembali Viral

Mengutip laporan dari berbagai media sosial, seruan boikot ini bermula saat warganet Korea mengunggah kembali potongan wawancara Sota di Fuji TV pada Agustus 2015. Dalam acara tersebut, Sota membahas tentang sejarah kakeknya di masa Perang Pasifik.

Ia sempat menyatakan rasa hormatnya kepada sang kakek yang pernah berlatih menjadi bagian dari unit Kamikaze. Bagi publik Korea Selatan, topik ini sangat sensitif karena berkaitan erat dengan masa penjajahan Jepang di semenanjung Korea.

Sate Pak Rizki

"Kami berada di posisi kami sekarang berkat jasa mereka," ujar Sota dalam kutipan wawancara tersebut.

Pernyataan itulah yang membuat Sota kini mendapat label sebagai "aktor sayap kanan" oleh sebagian netizen di Seoul. Mereka menilai keterlibatan aktor dengan pandangan sejarah seperti itu tidak pantas berada dalam produksi drama Korea.

 
Nasib Drama 'Can This Love Be Translated?'

Meski tekanan boikot cukup kencang di media sosial, Netflix sebagai platform penayangan tetap merilis drama ini sesuai jadwal sejak 16 Januari 2026. Hingga saat ini, baik pihak agensi Sota Fukushi maupun tim produksi drama belum memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi terkait polemik tersebut.

Drama ini sendiri bercerita tentang kisah cinta rumit antara seorang penerjemah multibahasa dengan seorang aktris papan atas. Kehadiran Sota Fukushi sebenarnya menjadi daya tarik bagi penonton internasional, namun bagi publik lokal, luka sejarah tampaknya masih sulit untuk dikesampingkan.

Bagaimana menurutmu, apakah isu masa lalu aktor harus memengaruhi penayangan sebuah karya seni?