Blora, MEMANGGIL.CO - Penerapan sistem parkir elektronik (e-parkir) di Pasar Sido Makmur Blora terbukti mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.

Sejak beralih dari sistem manual ke digital, pendapatan parkir melonjak hingga 800 persen dan melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Blora.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo, mengungkapkan bahwa sebelum digitalisasi, pendapatan parkir di Pasar Sido Makmur hanya berkisar Rp 1,1 juta per hari atau sekitar Rp 33 juta per bulan.

“Setelah e-parkir diterapkan, rata-rata pendapatan meningkat drastis menjadi Rp 10 juta per hari atau sekitar Rp 300 juta per bulan. Ini berarti terjadi lonjakan sekitar 800 persen, jauh di atas target awal kami sebesar Rp 7 juta sampai Rp 8 juta per hari,” ungkap Kiswoyo, Selasa (27/1/2026).

Ia merinci, pada periode Januari hingga Juni 2025, sebelum penerapan e-parkir, total pendapatan parkir hanya mencapai Rp 200.200.000. Namun, setelah sistem digital diberlakukan pada Juli hingga Desember 2025, pendapatan melonjak menjadi Rp 1.762.458.000.

“Sehingga total PAD parkir Pasar Sido Makmur sepanjang 2025 mencapai Rp 1.962.658.000. Untuk tahun 2026, kami memproyeksikan pendapatan bisa menembus Rp 3,65 miliar,” jelasnya.

Menurut Kiswoyo, transformasi digital parkir ini dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Selain itu, sistem manual sebelumnya dinilai memiliki banyak kelemahan, mulai dari data juru parkir yang tidak terkelola dengan baik, penataan kendaraan yang semrawut, hingga potensi kebocoran pendapatan akibat pungutan liar.

Sate Pak Rizki

“Dengan e-parkir, seluruh transaksi terekam secara real-time melalui dashboard online. Setoran masuk langsung ke kas daerah secara bruto, sehingga lebih transparan, akuntabel, dan meminimalisir kebocoran,” tegasnya.

Penerapan e-parkir juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Blora sebagai Smart City. Meski sempat dihadapkan pada kendala teknis seperti pemadaman listrik dan antrean kendaraan di jam sibuk, Dindagkop UKM telah menyiapkan sejumlah solusi.

“Kami siapkan genset untuk mengantisipasi listrik padam dan menambah pintu keluar guna mengurai antrean. Tahun ini juga akan dibangun pintu khusus kendaraan roda dua dengan sistem pembayaran non-tunai mandiri,” imbuh Kiswoyo.

Terkait nasib juru parkir lama, pemerintah memastikan tidak ada pemutusan kerja. Seluruh petugas lama tetap diberdayakan dan mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengoperasikan sistem digital.

“Justru mereka kami prioritaskan. Kita latih agar lebih profesional, sehingga kesejahteraan mereka tetap terjaga,” terangnya.

Keberhasilan implementasi e-parkir di Pasar Sido Makmur ini rencananya akan dijadikan proyek percontohan. Pemerintah Kabupaten Blora menargetkan sistem serupa diterapkan di sedikitnya tiga pasar rakyat lainnya pada tahun 2026.

Masyarakat pun diimbau untuk mendukung kebijakan ini dengan melakukan pembayaran parkir sesuai prosedur. Dengan begitu, kontribusi warga dapat langsung menopang pembangunan daerah secara transparan dan berkelanjutan.