Malaysia, MEMANGGIL.CO — Upaya penguatan kerja sama internasional terus dilakukan melalui penjajakan kemitraan global antara IWDN dan International Islamic University Malaysia (IIUM), Jumat, (6/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kampus IIUM, Malaysia, sebagai bagian dari pengembangan jejaring akademik lintas negara. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas arah kolaborasi ke depan.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas berbagai peluang kerja sama yang bersifat implementatif. Diskusi berlangsung secara terbuka dan menegaskan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan IIUM, yaitu Anas bin Shamsuddin selaku Director of the International Office of IIUM, Siti Hajar binti Yusoff dan Aisyah. Sementara itu, dari pihak IWDN hadir Dr. (Cand) Fakih Fadilah Muttaqin, MA selaku President of IWDN, bersama Putri Naomi, Dania, dan Vina Fattihatussholihah.
Kehadiran para perwakilan tersebut mencerminkan keseriusan kedua institusi dalam menjajaki kerja sama internasional. Pertemuan tidak hanya berfokus pada pengenalan kelembagaan. Diskusi diarahkan pada pembahasan peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Hal ini menjadi dasar awal dalam penyelarasan visi dan arah kerja sama ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai program kolaborasi dibahas bersama. Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah pengembangan student exchange. Program ini dipandang sebagai sarana untuk memperluas wawasan akademik dan pengalaman lintas budaya mahasiswa.
Pertukaran mahasiswa juga dinilai mampu memperkuat jejaring internasional. Kedua pihak sepakat bahwa mobilitas mahasiswa merupakan elemen penting dalam kerja sama ini. Anas menekankan bahwa kedua pihak sepakat untuk menyelaraskan tujuan dan mekanisme kerja sama.
“Fokus kami adalah memastikan setiap program memiliki dampak yang nyata dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain itu, Anas menyebutkan bahwa program summer course dirancang sebagai sarana pembelajaran intensif yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara.
“Ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jaringan akademik dan memperkuat kolaborasi internasional,” jelasnya.
Kerja sama lainnya yang di bidang pengabdian masyarakat turut menjadi topik pembahasan dalam pertemuan tersebut. “Program ini diarahkan pada kegiatan sosial yang melibatkan komunitas lintas negara,” ujar Dr. (Cand) Fakih Fadilah Muttaqin.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan, meskipun saat ini pembahasan masih berada pada tahap penjajakan konsep awal. Fakih menekankan pentingnya pendekatan yang adaptif agar setiap program dapat diterapkan secara efektif di berbagai konteks internasional.
“Pengabdian masyarakat dipandang sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjawab tantangan sosial global, dan kami melihat adanya peluang sinergi dalam pengembangan program berbasis kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Dr. (Cand) Fakih Fadilah Muttaqin menambahkan bahwa Program-program kerja sama lainnya akan terus dijajaki, seperti penelitian, Magang atau PPL, hingga summer course. Ia juga komitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi dengan mitra internasional.
Secara umum, kerja sama tersebut diarahkan untuk menyambung dan memperkuat sinergi connect to global yang lebih luas. Kolaborasi tidak hanya difokuskan pada satu program, tetapi pada pengembangan ekosistem kerja sama berkelanjutan.
Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas jejaring akademik dan sosial antar institusi. Sinergi global menjadi landasan dalam perencanaan kerja sama. Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi lintas negara perlu dibangun secara sistematis. Hal ini menjadi bagian dari strategi penguatan peran institusi di tingkat internasional.
Dr. (Cand) Fakih Fadilah Muttaqin, MA, menyampaikan bahwa IIUM merupakan mitra yang sevisi dan sejalan dalam pengembangan kerja sama internasional. Ia menilai kedua institusi memiliki kesamaan visi dan misi dalam mendorong pembangunan dunia Islam global. Kolaborasi ini dipandang relevan karena melibatkan komunitas Muslim dalam berbagai programnya.
Kesamaan nilai tersebut menjadi modal penting dalam membangun kemitraan jangka panjang. Kerja sama diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dan masyarakat. Pandangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen kerja sama ke depan.
Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati pentingnya tindak lanjut dalam bentuk pembahasan teknis lanjutan. Hasil diskusi akan dirumuskan dalam rencana program yang lebih terstruktur. Koordinasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci keberhasilan kerja sama internasional.
Pertemuan tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun kemitraan global yang saling mendukung. Ke depan, kolaborasi diharapkan dapat diwujudkan dalam program-program konkret. Dengan demikian, penguatan kerja sama internasional dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.