Surabaya, MEMANGGIL.CO - Dua kapal penyeberangan di Kabupaten Klungkung, Bali, menjadi percontohan pemanfaatan teknologi Automatic Identification System Institut Teknologi Sepuluh Nopember (AISITS).

Selain untuk mendukung keselamatan pelayaran, ITS menghibahkan perangkat transmitter AISITS sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung. 

AISITS dirancang untuk memonitor pergerakan kapal sekaligus mendukung pemantauan wilayah konservasi dan terumbu karang. 

ITS juga membuka peluang menjadikan teknologi ini sebagai proyek percontohan kolaborasi dengan Pemkab Klungkung.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST., M.Sc.Eng., Ph.D. mengatakan, kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus diarahkan pada pemanfaatan teknologi yang sesuai kebutuhan daerah.

Menurut Bambang, ITS terus mengarahkan ekosistem inovasi dan kepakarannya agar berdampak nyata bagi masyarakat. 

Apalagi Klungkung memiliki kebutuhan dan potensi yang beragam, sehingga kolaborasi tidak hanya dilihat dari sisi teknologi.

"Kami ingin kerja sama ini menjadi pintu masuk untuk menghadirkan lebih banyak inovasi dari kepakaran ITS, sesuai kebutuhan daerah," ujar Dosen Teknik Mesin ITS itu, Senin (21/09/2026). 

Bupati Klungkung I Made Satria, S.H. menyambut baik tawaran tersebut. Sinergi dengan ITS menjadi peluang bagi Pemkab Klungkung untuk mengoptimalkan teknologi melalui kepakaran perguruan tinggi.

"Selama ini kapal-kapal di Klungkung belum memiliki teknologi pemantauan keselamatan seperti yang dikembangkan oleh ITS, dan dua kapal ini menjadi percontohan, yang ke depannya kami berharap teknologi ini dapat dimanfaatkan lebih luas oleh kapal-kapal di Nusa Penida," terangnya. 

Menurut Made Satria, AISITS tidak hanya penting untuk keselamatan pelayaran, tetapi juga dapat membantu melindungi kekayaan alam perairan Klungkung. 

Dengan kemampuan pemantauan kapal, teknologi ini dapat mendukung upaya menjaga biota laut dan terumbu karang.

"Klungkung memiliki banyak potensi yang memungkinkan untuk dikembangkan bersama ITS, kami harapkan kerja sama ke depan berkembang ke berbagai sektor," imbuhnya. 

Sementara itu, Dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS A.A.B. Dinariyana Dwi Putranta, ST., MES., Ph.D. menambahkan, ITS membuka empat ruang kolaborasi dengan Pemkab Klungkung.

"Keempat ruang itu meliputi Program Desa Binaan, pengembangan sistem informasi, jalur penerimaan mahasiswa melalui kemitraan, serta penelitian dan pengabdian masyarakat," katanya. .

Melalui keterlibatan dosen, mahasiswa, dan tenaga ahli, ITS mendorong agar hasil riset tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di Klungkung.

Kolaborasi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya poin 11 mengenai pembangunan daerah berkelanjutan dan aman, poin 14 terkait keselamatan pelayaran sekaligus perlindungan biota laut, poin 16 penguatan tata kelola pemerintahan, serta poin 17 tentang kemitraan pembangunan.