Sumedang, MEMANGGIL.CO— Kementerian Sosial (Kemensos) terus mempercepat transformasi digitalisasi penyaluran bantuan sosial melalui sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. 

Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan penyaluran bansos lebih transparan, akurat, dan tepat sasaran. Pernyataan itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat berkunjung ke Sekolah Rakyat di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Kamis (1/10/2026).

Gus Ipul menyebutkan saat ini sudah terdaftar lebih dari 5 juta keluarga pada Perlinsos Digital, dan target pendaftaran diharapkan menjangkau hingga 48 juta keluarga di seluruh Indonesia. 

"Data bansos kini kita buka secara transparan sesuai arahan Bapak Presiden agar dapat dikoreksi langsung oleh masyarakat. Dengan teknologi, penilaian kelayakan penerima bantuan dilakukan oleh sistem secara objektif," kata Gus Ipul.

Ia menambahkan bahwa warga yang terdeteksi tidak layak namun sebenarnya membutuhkan tetap dapat mengajukan sanggahan dengan menyerahkan data pemutakhiran. 

Untuk mengurangi risiko penyalahgunaan, Kemensos juga menerapkan teknologi biometrik seperti face recognition dalam proses registrasi ulang.

Untuk membantu proses pendaftaran, Kemensos melibatkan agen dan relawan Perlinsos yang siaga membantu warga yang tidak memiliki smartphone atau kurang memahami teknologi. 

Langkah ini dimaksudkan agar pendaftaran digital tidak meninggalkan kelompok rentan.

Gus Ipul juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang atas pelaksanaannya yang dinilai progresif. 

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan pendaftaran Perlinsos Digital di kabupaten itu telah mencapai lebih dari 52 persen, menempatkan Sumedang pada peringkat ketujuh nasional.

"Kami melakukan mobilisasi bersama seluruh komponen, mulai dari akademisi, dunia usaha, hingga aparatur desa, RT, RW, dan penyuluh. Setiap ada kegiatan Pemda, kami gelar 'Gebyar Pelayanan Perlinsos' agar masyarakat terfasilitasi secara langsung," ujar Dony.

Dony menegaskan bahwa pendataan digital penting untuk memastikan keadilan penyaluran bansos.

"Warga yang dinilai mampu atau terdeteksi terlibat hal-hal yang melanggar ketentuan akan tersaring otomatis oleh sistem," katanya.

Selain itu masyarakat yang ingin mengajukan verifikasi atau sanggahan dapat menghubungi kantor Dinas Sosial setempat atau agen Perlinsos terdekat.