Sejarah di Balik Desa Ngloram Blora, Ada Situs dan Bandara

memanggil.co
Situs bersejarah di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. (Memanggil.co/Ist)

MEMANGGIL.CO - Masyarakat Blora dan sekitarnya lebih mengenal Ngloram adalah sebuah desa yang dikenal sebagai lokasi bandar udara (bandara) di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur berada. Di sana, juga terdapat lokasi situs bersejarah.

Diketahui wartawan media ini, bandara di sana pernah mangkrak kemudian dihidupkan kembali, dan saat ini kondisinya untuk sementara waktu belum ada geliat penerbangan lagi.

Baca juga: Sederet Tokoh Masuk Bursa Ketum PBNU, Gus Rozin hingga Gus Yahya Jadi Perbincangan Jelang Muktamar ke-35 NU

Sedangkan situs yang ada di sana, berada pada sebuah lahan kosong yang terletak di pinggiran pemukiman penduduk dan area persawahan. Adapun luasnya sekitar 100 × 100 meter.

"Biasanya warga setempat menyebutnya itu Punden Nglinggo atau Punden Ngloram," ujar warga Cepu, Bambang, ditulis ulang pada Jumat (07/04/2023).

Senada disampaikan juga oleh Kepala Desa Ngloram, Diro Beni Susanto. Menurutnya, masyarakat luar daerah menyebut situs bersejarah tersebut adalah makam Sunan Ngudung.

"Orang luar bilang itu makam Sunan Ngudung. Kalau orang sini nyebutnya Punden Ngloram," katanya.

Baca juga: Masih Diproses, Polisi Tuban Terancam Pidana Usai Viral Berkendara Sambil Merokok dan Pakai Dugaan Nopol Palsu

Sementara, dalam buku Ensiklopedi Blora tentang sejarah daerah dari masa ke masa, menyebutkan bahwa dahulu kala daerah setempat ada seorang penguasa bawahan atau vasal bernama Haji Wura-Wari.

"Yang pada tahun 1.017 Masehi menyerang Kerajaan Mataram Hindu (semasa Raja Darmawangsa Teguh)," demikian dikutip dari isi buku itu.

Disebutkan, bahwa Kerajaan Mataram Hindu pada tahun itu berpusat di daerah yang sekarang dikenal dengan Maospati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Gus Arief Perkuat Kolaborasi dengan UNISMA, Blora Bidik Pengembangan Pertanian, SDM hingga Riset Berbasis Kampus

• Silakan baca Berita dan Artikel lainnya di Google News

Editor : Ahmad Adirin

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru