MEMANGGIL.CO – Sepanjang tahun 2024, dari Januari hingga awal Desember, Damkar (Pemadam Kebakaran) Blora mencatat 93 kasus kebakaran di wilayah Kabupaten Blora. Adapun mayoritas kebakaran tersebut disebabkan oleh kelalaian manusia.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Satpol PP Blora, Hariyanto Purnomo, menjelaskan bahwa kelalaian manusia menjadi faktor utama penyebab kebakaran. Beberapa penyebab yang sering terjadi antara lain korsleting listrik, kelupaan mematikan kompor, serta praktik bediang (praktik membakar sisa makanan ternak untuk mengusir nyamuk).
Baca juga: 5 Menu Buka Puasa Sederhana dan Bergizi, Lengkap dengan Resep Praktis
“Praktik bediang yang sering dilakukan warga ini jika tidak diawasi dengan baik, bisa menimbulkan kebakaran yang merembet ke rumah-rumah,” ujar Hariyanto, Rabu (1/1/2025).
Untuk mencegah kebakaran, Hariyanto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam instalasi listrik yang harus sesuai dengan standar keselamatan. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap praktik bediang agar tidak terjadi kebakaran yang merugikan.
Baca juga: Malam Penuh Warna di Klenteng Cu An Kiong, Warga Rembang Rayakan Imlek ke-2577
Selain itu, dalam hal penanganan kebakaran, Hariyanto meminta masyarakat segera menghubungi petugas pemadam kebakaran setempat apabila kebakaran tidak dapat ditangani sendiri.
"Kami akan merespons dengan cepat, karena kami dituntut untuk memiliki waktu respons maksimal 15 menit," tegasnya.
Baca juga: Drama Penggerebekan di Hotel Tuban: Istri Pergoki Suami Tanpa Busana Bersama Kekasih Gelap
Tambahan informasi, apabila terjadi kebakaran, masyarakat bisa segera menghubungi layanan darurat Pemadam Kebakaran di Mako Blora (081329015100), Pos Ngawen (082324474779), atau Pos Randublatung (082324474778). Layanan ini tersedia secara gratis tanpa biaya.
Editor : Ma'rifah Nugraha