MEMANGGIL.CO - Di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sudah ada beberapa rumah sakit negeri dan swasta yang kondisinya masih kekurangan dokter spesialis tertentu. Hal ini jelas berpotensi jadi kurang optimalnya pelayanan kesehatan.
Berdasarkan pengamatan awak media ini, kebanyakan dokter spesialis tertentu tak jarang pada nyabang alias dobel antar rumah sakit. Imbasnya, pasien dengan penyakit tertentu jika ingin berobat harus menunggu jadwal dokter spesialisnya ada.
Baca juga: Penyanyi Ashanty Raih Gelar Doktor Unair, Angkat Adaptasi Musisi Lintas Generasi di Era Digital
Persoalan ini adalah contoh kasus pemicu utama yang terkadang masyarakat Blora harus terpaksa memilih berobat ke luar daerah. Karena, dokter spesialis penyakit tertentu belum tentu ada dan standby setiap hari di rumah sakit.
Kata Direktur RSUD Cepu
Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, terkait persoalan yang umum terjadi ini memang perlu perhatian pemerintah.
Baca juga: 3 Warga Asli Jepon Dilantik Jadi Camat, Lurah hingga Sekcam di Blora
"Untuk pemenuhan dokter spesialis, pemerintah mesti menyediakan," ujar drg. Wilys, panggilannya saat menjawab pertanyaan awak media Memanggil.co, ditulis Minggu (20/7/2025).
Adapun caranya, yakni pemerintah perlu membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan kemudahan akses rekomendasi sekolah dokter spesialis.
"Selain itu juga perlunya ada reward untuk para dokter spesialis," ujar drg Wilys.
Baca juga: Dua Spesialis Curanmor Asal Blora Dibekuk Polisi Tuban
Lebih lanjut, diakui bahwa yang sering dicari rumah sakit di berbagai daerah adalah mereka para dokter spesialis 4 besar dasar.
"(RSUD Cepu) semua sudah tercukupi. Kalau kita itu pengembangan, berarti lebih luas lagi," tandas drg. Wilys.
Editor : Ahmad Adirin