Harga Emas dan Perak Rontok Barengan, Aksi Jual Bandar Bikin Pasar Gonjang-Ganjing

Reporter : Winda Cahya Rofikho
Foto: pinterest

Blora, MEMANGGIL.CO - Pasar logam mulia global lagi nggak baik-baik saja. Harga emas dan perak kompak ambles setelah pelaku pasar besar ramai-ramai melakukan aksi ambil untung usai reli tajam di awal tahun.(09/01/2026)

Mengacu data Refinitiv, harga emas dunia ditutup di level US$ 4.452,77 per troy ons pada perdagangan Rabu (7/1/2026), melemah 0,98 persen. Penurunan ini berbanding terbalik dengan sehari sebelumnya, saat emas sempat melesat lebih dari satu persen.

Meski sempat bangkit tipis pada Kamis pagi (8/1/2026) ke posisi US$ 4.461,75 per troy ons, tekanan jual masih membayangi pergerakan emas. Pelemahan ini dipicu aksi profit taking investor setelah lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Tekanan di pasar emas sempat tertahan oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Penurunan lowongan pekerjaan memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve, yang biasanya menjadi sentimen positif bagi emas. Namun, efek tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan tren koreksi.

Data JOLTs menunjukkan lowongan pekerjaan AS turun 303 ribu menjadi 7,146 juta pada November 2025, level terendah sejak September 2024. Penurunan terbesar terjadi di sektor akomodasi, transportasi, dan perdagangan grosir, sementara sektor konstruksi justru mencatat kenaikan.

Di sisi lain, harga perak mengalami tekanan lebih dalam. Pada Rabu (7/1/2026), harga perak global ambruk 3,85 persen ke level US$ 78,15 per troy ons, setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari enam persen. Perak baru bergerak menguat tipis pada Kamis pagi ke posisi US$ 78,62 per troy ons.

Sejumlah lembaga keuangan global menilai volatilitas perak masih tinggi. HSBC menaikkan proyeksi harga perak tahun 2026, namun memperingatkan potensi gejolak seiring perubahan pasokan. Sementara Goldman Sachs menilai tipisnya stok perak di London berpotensi memicu pergerakan ekstrem yang rawan berbalik arah.

Meski harga tertekan, bank sentral China tercatat kembali membeli emas dan memperpanjang rekor pembelian menjadi 14 bulan berturut-turut, menandakan permintaan Asia masih kuat di tengah gejolak pasar global.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru