Ini Weton Hari Baik untuk Bercocok Tanam di Awal 2026 Menurut Kalender Jawa

Reporter : Nurul
Tanaman jagung di area persawahan Desa Sumberagung, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. (Foto: Tohari/Memanggil.co)

Blora, MEMANGGIL.CO - Awal tahun sering dimaknai sebagai momentum memulai hal baru, termasuk bagi masyarakat yang hidup dari sektor pertanian. Di sejumlah daerah Jawa, penentuan waktu bercocok tanam tidak hanya bergantung pada musim dan cuaca, tetapi juga pada weton dalam kalender Jawa yang dipercaya membawa pengaruh baik bagi pertumbuhan tanaman.

Memasuki tahun 2026, kalender Jawa kembali menjadi rujukan bagi sebagian petani untuk memilih hari yang dianggap tepat menanam padi, palawija, maupun tanaman kebun. Salah satu weton yang kerap disebut memiliki energi positif adalah Minggu Legi, namun bukan satu-satunya pilihan di awal tahun.

Selain Minggu Legi, beberapa weton lain juga dipercaya mendukung aktivitas pertanian. Minggu Kliwon misalnya, sering dikaitkan dengan keseimbangan dan ketenangan, sementara Rabu Legi dan Senin Legi dianggap membawa kelancaran dalam memulai pekerjaan yang berkaitan dengan alam dan tanah. Weton-weton ini kerap dipilih untuk menanam bibit atau mulai mengolah lahan.

Dalam tradisi Jawa, weton merupakan perpaduan antara hari Masehi dan lima pasaran yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Perhitungan ini telah digunakan turun-temurun untuk menentukan waktu yang diyakini baik, tidak hanya untuk bercocok tanam, tetapi juga untuk panen, hajatan, hingga kegiatan adat lainnya.

Meski berakar dari kepercayaan budaya, praktik ini masih bertahan hingga kini, terutama di wilayah pedesaan. Banyak petani memadukan perhitungan weton dengan pengetahuan modern, seperti prakiraan cuaca dan pola musim tanam, sebagai bentuk kearifan lokal yang beradaptasi dengan zaman.

Kalender Jawa 2026 sendiri menunjukkan siklus pasaran yang terus berulang sepanjang tahun. Hal ini memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan aktivitas pertanian secara lebih matang, sekaligus menjaga tradisi leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan.

Di tengah modernisasi pertanian, penentuan hari baik bercocok tanam melalui kalender Jawa bukan semata soal kepercayaan, tetapi juga tentang menghormati hubungan manusia dengan alam,sebuah nilai yang masih relevan hingga hari ini.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru