Blora, MEMANGGIL.CO - Di balik kepulan uap dari panci-panci besar di SPPG Desa Nglanjuk, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, tersimpan cerita tentang kepedulian, kerja sama, dan harapan.
Di tempat inilah Program Menu Bergizi (MBG) dijalankan, bukan sekadar rutinitas memasak, melainkan ikhtiar bersama untuk memastikan para siswa penerima manfaat mendapatkan asupan makanan sehat dan berkualitas.
Sejak pagi, aktivitas di dapur MBG sudah bergeliat. Sebanyak 47 relawan bergerak dalam irama yang teratur, terbagi ke dalam tujuh divisi utama.
Ada yang menyiapkan bahan, mengolah makanan, melakukan plating, mencuci ompreng, hingga mendistribusikan menu ke tangan para siswa. Setiap peran saling terhubung, tak ada yang bekerja sendiri.
Bima, salah satu relawan yang telah bergabung sejak awal berdirinya program, menegaskan bahwa kekuatan utama MBG terletak pada komunikasi. Baginya, dapur ini hidup karena keterbukaan dan kebiasaan untuk saling mengevaluasi.
“Setiap permasalahan, sekecil apa pun, selalu kami bahas melalui rapat dan evaluasi agar tidak terulang,” ungkapnya.
Prinsip kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab menjadi napas utama program ini. Evaluasi dilakukan secara rutin, memastikan setiap tahapan berjalan efektif dan efisien.
Dari proses memasak hingga distribusi, semuanya disusun dengan standar yang jelas dan terukur.
Namun bagi para relawan, dapur MBG lebih dari sekadar ruang produksi makanan. Ia menjadi ruang belajar tentang manajemen, ketelitian, dan solidaritas sosial.
Suasana kekeluargaan terasa kental, tawa dan canda kerap menyela kesibukan, tanpa mengurangi fokus pada tujuan utama.
Upaya peningkatan kualitas menu juga terus dilakukan. Setiap sajian dirancang sesuai standar gizi seimbang, demi mendukung tumbuh kembang siswa.
Di sinilah peran Sumiati, relawan yang dipercaya sebagai leader plating, menjadi krusial. Ia memastikan setiap paket makanan dikemas rapi, bersih, dan sesuai porsi sebelum didistribusikan.
“Koordinasi antar divisi sangat krusial. Jika satu bagian terlambat, proses lainnya ikut terhambat. Namun sejauh ini program berjalan stabil dan efisien,” ungkapnya.
Dari dapur sederhana di Desa Nglanjuk, MBG membuktikan bahwa kepedulian dapat diwujudkan lewat kerja kolektif.
Lebih lanjut, setiap menu yang tersaji bukan hanya tentang gizi, tetapi juga tentang semangat gotong royong, bekal penting bagi masa depan generasi muda Blora.
Editor : Abdul Rohman