Blora, MEMANGGIL.CO - Malam 27 Rajab kembali menjadi perhatian umat Islam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa malam istimewa ini bukan hanya momentum peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, tetapi juga termasuk waktu yang diyakini mustajab untuk berdoa dan memohon hajat kepada Allah SWT.
Dalam bimbingan resmi yang dipublikasikan melalui laman mui.or.id, MUI menyampaikan doa khusus yang dianjurkan dibaca pada malam 27 Rajab, lengkap dengan teks Arabnya. Doa ini diriwayatkan dari para ulama terdahulu dan dipercaya sebagai amalan yang memiliki keutamaan besar bila dibaca dengan penuh keyakinan.
Rajab, Bulan Haram dan Pintu Spiritualitas
MUI menjelaskan bahwa bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, dan memperbaiki diri sebagai persiapan menuju bulan-bulan besar berikutnya, terutama Ramadan.
Rajab disebut sebagai “bulan pembuka”, tempat Allah memberikan isyarat awal bagi hamba-Nya yang ingin memperbaiki hubungan spiritual dan membersihkan hati.
Imam Syafi’i: Doa Tidak Ditolak di Malam Tertentu
Dalam rilis tersebut, MUI mengutip pendapat Imam Asy-Syafi’i yang menyatakan bahwa terdapat lima malam di mana doa tidak akan ditolak, yakni:
- Malam Jumat
- Malam Idul Fitri
- Malam Idul Adha
- Malam pertama bulan Rajab
Pendapat ini menjadi landasan kuat anjuran memperbanyak doa di bulan Rajab, terlebih pada malam ke-27 yang bertepatan dengan peristiwa Isra Mikraj.
Doa Malam 27 Rajab (Lengkap Arab dan Artinya)
MUI menyebutkan, doa ini dibaca pada malam 27 Rajab, mulai setelah Maghrib hingga sebelum Subuh, kemudian dilanjutkan dengan memohon hajat masing-masing.
Teks Doa (Arab):
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ، حِينَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ، أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِينَ، وَتُجِيبَ دَعْوَتِي، يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ
Artinya:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan rahasia-rahasia para pecinta-Mu, dan dengan kedudukan dekat yang Engkau khususkan bagi Pemimpin para Rasul pada malam 27 Rajab. Aku memohon agar Engkau merahmati hatiku yang bersedih dan mengabulkan doaku. Wahai Dzat Yang Maha Mulia dari segala yang mulia.”
Ulama: Dibaca, Lalu Sampaikan Hajat
MUI mengutip keterangan ulama, di antaranya Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan Al-Halibi, yang menyebutkan bahwa siapa saja yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab lalu menyampaikan hajatnya, maka Allah akan mengabulkannya dengan izin-Nya.
Karena itu, umat Islam dianjurkan membaca doa ini dengan khusyuk, disertai keyakinan, adab berdoa, serta menjauhi sikap tergesa-gesa dalam menanti hasil.
Isra Mikraj dan Keutamaan Pahala
Selain sebagai malam mustajab berdoa, malam 27 Rajab juga diyakini memiliki keutamaan pahala besar. Dalam sejumlah riwayat yang dikutip MUI, ibadah pada malam ini disebut memiliki nilai yang sangat tinggi.
MUI menganjurkan umat Islam memperbanyak:
- Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
- Dzikir dan istighfar
- Shalat sunnah
- Membaca Al-Qur’an
Bukan Sekadar Doa, Tapi Panggilan Perubahan
MUI menegaskan bahwa doa malam 27 Rajab tidak semata-mata tentang permohonan duniawi. Malam ini adalah panggilan awal untuk berubah, memperbaiki niat, dan mempersiapkan diri secara ruhani menghadapi Ramadan.
“Rajab adalah panggilan. Siapa yang menjawabnya dengan iman dan amal, akan dipersiapkan menuju bulan ampunan,” tulis MUI.
Editor : Ahmad Adirin