Blora, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur desa dengan melanjutkan kerja sama strategis bersama Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Melalui kerja sama ini, aparatur desa di Blora kembali mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan skema subsidi biaya kuliah.
Bupati Blora, H. Arief Rohman menyampaikan bahwa program RPL merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa yang selama ini telah memiliki pengalaman kerja, namun terkendala jenjang pendidikan formal.
“Melalui RPL, pengalaman kerja aparatur desa dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik. Ini menjadi kesempatan besar bagi perangkat desa untuk meningkatkan kompetensi tanpa meninggalkan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Gus Arief, panggilannya ditulis Memanggil.co, Kamis (22/1/2026).
Gus Arief menekankan bahwa aparatur desa saat ini dituntut semakin profesional, adaptif, dan mampu mengelola tata kelola pemerintahan desa secara transparan dan akuntabel.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM desa menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, menjelaskan bahwa program RPL ini secara khusus menyasar aparatur desa yang telah lama mengabdi dan memiliki pengalaman kerja relevan.
“Program RPL ini sangat membantu aparatur desa. Pengalaman kerja mereka selama bertahun-tahun bisa dikonversi menjadi nilai akademik, sehingga masa studi lebih singkat dan lebih realistis untuk diikuti,” jelasnya.
Yayuk menambahkan, Pemkab Blora juga memberikan subsidi biaya pendidikan sebagai bentuk dukungan nyata agar aparatur desa tidak terbebani secara finansial.
“Pemkab Blora memberikan subsidi kuliah agar aparatur desa semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan. Harapannya, ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan desa,” imbuhnya.
Menurutnya, kerja sama dengan UNNES telah berjalan dengan baik pada periode sebelumnya dan mendapat respons positif dari aparatur desa yang mengikuti program tersebut.
Banyak di antaranya dinilai mengalami peningkatan kapasitas, baik dalam administrasi desa, perencanaan pembangunan, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Program RPL yang difasilitasi UNNES dirancang dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan menyesuaikan kondisi aparatur desa yang masih aktif bekerja. Dengan demikian, proses perkuliahan tetap dapat dijalani tanpa mengganggu tugas pemerintahan desa.
Pemkab Blora berharap, kelanjutan kerja sama ini dapat menjangkau lebih banyak aparatur desa di seluruh wilayah Kabupaten Blora, sehingga mampu menciptakan pemerintahan desa yang semakin profesional, berdaya saing, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Dinas PMD Blora juga membuka peluang pengembangan program peningkatan kapasitas lainnya, baik melalui pendidikan formal, pelatihan, maupun kerja sama lanjutan dengan perguruan tinggi, sebagai bagian dari strategi memperkuat pembangunan desa berkelanjutan.
Editor : Redaksi