Pati, MEMANGGIL.CO - Putusan pengadilan yang membebaskan dua tokoh masyarakat Pati, Mas Botok dan Pak Teguh, disambut positif oleh Aliansi Santri Pati Untuk Demokrasi (ASPIRASI). Organisasi tersebut menilai vonis bebas itu sebagai momentum penting bagi masyarakat untuk kembali bersatu dan melanjutkan pembangunan daerah secara bersama.

ASPIRASI menyatakan sejak awal pihaknya ikut mengawal dinamika yang berkembang di tengah masyarakat terkait kasus yang menjerat kedua tokoh tersebut. Dukungan dan pengawalan dilakukan sejak periode menjelang 13 Agustus 2025 hingga menjelang pembacaan putusan pengadilan.

Menurut ASPIRASI, keputusan majelis hakim yang membebaskan Mas Botok dan Pak Teguh menunjukkan bahwa keadilan dan supremasi hukum masih dapat ditegakkan. Mereka menyebut putusan tersebut sekaligus menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat selama proses hukum berlangsung.

“Alhamdulillah perjuangan masyarakat tidak berakhir sia-sia. Putusan ini menjadi bukti bahwa keadilan masih bisa ditegakkan,” demikian pernyataan ASPIRASI dalam keterangan tertulisnya, diterima Memanggil.co pada Jumat (6/3/2026). 

ASPIRASI juga menyampaikan apresiasi kepada majelis hakim yang telah memutus perkara tersebut. Mereka berharap putusan tersebut benar-benar dilandasi pertimbangan hukum yang objektif dan sesuai fakta persidangan.

Dalam pernyataan tersebut, ASPIRASI juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa hakim yang memutuskan perkara dengan kebenaran akan mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan.

ASPIRASI menilai fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan menunjukkan bahwa dakwaan yang diajukan kepada kedua tokoh tersebut tidak sepenuhnya terbukti. Karena itu, putusan bebas dianggap sebagai bentuk keadilan yang dinantikan oleh masyarakat Pati.

Presidium ASPIRASI, Gus Tomy, mengajak seluruh masyarakat Pati untuk mengakhiri berbagai perbedaan yang sempat muncul selama proses hukum berlangsung. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu lagi terpecah dalam berbagai kelompok wilayah maupun kepentingan.

“Kami mengajak seluruh warga Pati untuk kembali bersatu. Tidak ada lagi Pati utara, Pati selatan, Pati timur atau barat. Yang ada adalah masyarakat Pati yang cinta damai dan siap membangun daerah bersama,” ujarnya.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi belakangan ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa masyarakat memiliki kepedulian besar terhadap keadilan dan pemerintahan yang bersih.

ASPIRASI juga menyampaikan apresiasi kepada Mas Botok dan Pak Teguh yang dinilai telah menjadi simbol keberanian masyarakat dalam menyuarakan kebenaran.

Mereka menilai sejarah Pati sejak dulu selalu diwarnai semangat perjuangan untuk menyampaikan kebenaran.

Dalam pernyataannya, ASPIRASI menyinggung teladan ulama besar dari Kajen, Ahmad Mutamakkin, yang dikenal sebagai tokoh yang tidak hanya ahli ibadah tetapi juga berani menyampaikan kebenaran kepada penguasa pada zamannya.

ASPIRASI menilai semangat tersebut seharusnya menjadi inspirasi bagi kalangan santri dan masyarakat luas. Menurut mereka, menyampaikan kritik kepada pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab moral warga negara selama dilakukan dengan cara yang benar.

Namun demikian, ASPIRASI menegaskan bahwa kritik bukan berarti menentang pemerintah yang sah. Dalam tradisi pesantren, tindakan makar terhadap pemerintah adalah sesuatu yang tidak dibenarkan, tetapi mengingatkan penguasa agar tetap berada di jalur yang benar merupakan kewajiban moral.

Sate Pak Rizki

Koordinator lapangan ASPIRASI, Cak Ulil, juga menyampaikan pesan kepada seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Pati agar menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi bersama.

Ia meminta pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, serta aparat keamanan untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat.

“Kami adalah warga yang patuh jika pemimpinnya bisa menjadi panutan. Karena itu kami berharap pemerintah menjalankan pemerintahan yang bersih dan tidak anti kritik,” katanya.

ASPIRASI juga berharap kasus hukum yang pernah menjerat pimpinan daerah di masa lalu tidak kembali terulang. Mereka menilai masyarakat Pati membutuhkan kepemimpinan yang jujur, terbuka, dan berpihak kepada rakyat.

Selain itu, organisasi tersebut mengingatkan agar tidak ada lagi sikap arogan maupun kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat. Mereka menilai stabilitas daerah hanya dapat terwujud jika pemerintah dan masyarakat saling menghormati.

ASPIRASI juga menyampaikan apresiasi kepada gerakan masyarakat yang selama ini ikut mengawal proses tersebut, termasuk jaringan masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Blokir (AMPB).

Menurut mereka, gerakan masyarakat sipil memiliki peran penting sebagai penyeimbang kekuasaan dalam sistem demokrasi.

ASPIRASI berharap ke depan masyarakat Pati dapat kembali fokus membangun daerah dengan suasana yang lebih kondusif, serta menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar pemerintah dan masyarakat sama-sama menjaga keadilan dan demokrasi.

“Rakyat hanya ingin Pati yang damai, kondusif, dan perekonomian yang terus meningkat,” demikian pernyataan ASPIRASI.

Di akhir pernyataannya, organisasi tersebut kembali menegaskan bahwa kekuatan masyarakat tidak boleh diremehkan dan harus tetap menjadi pengingat bagi siapa pun yang memegang kekuasaan.

“Tidak selamanya rakyat bisa ditindas. Salam Pati ora sepele.”