Blora, MEMANGGIL.CO - Penampakan kondisi lapangan Stadion Kridaloka, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menuai sorotan tajam dari warganet, Senin (26/1/2026).
Kritik hingga sindiran ramai bermunculan di media sosial, khususnya di kolom komentar akun resmi Persikaba Blora, menyusul keikutsertaan klub kebanggaan daerah tersebut dalam kompetisi Liga 4 Jawa Tengah.
Sejumlah komentar menyoroti kondisi lapangan yang dinilai tidak layak untuk menggelar pertandingan sepak bola. Sindiran pun dilontarkan dengan nada satir.
“Lapangan opo sawah,” tulis salah satu akun.
“Sawah ta,” timpal warganet lainnya.
“Ini liga apa sih? Beneran nanya… kok lapangannya?” tulis komentar lain.
Tak hanya itu, warganet juga menyinggung permukaan lapangan yang dinilai tidak rata.
“Ora muntir,” tulis salah satu akun, mengomentari kondisi rumput yang terlihat bergelombang dan kurang terawat.
Sorotan terhadap fasilitas ini tidak hanya muncul sekali, namun berulang di berbagai unggahan Persikaba Blora. Hal itu menunjukkan bahwa persoalan kondisi lapangan menjadi perhatian serius publik, terutama di tengah tuntutan standar fasilitas pada kompetisi resmi.
Sebagian warganet bahkan menyentil peran Pemerintah Kabupaten Blora, yang dinilai kurang responsif terhadap pembenahan sarana olahraga, khususnya stadion yang menjadi kandang Persikaba.
Meski dibanjiri kritik, Persikaba Blora tetap menunjukkan komitmen bertanding. Klub terus melakoni laga kandang maupun tandang sesuai jadwal kompetisi, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan non-teknis.
Sebagai klub daerah, Persikaba tidak hanya berjibaku di atas lapangan, tetapi juga harus menghadapi tantangan jarak tempuh laga tandang, keterbatasan biaya operasional, serta kondisi fasilitas yang belum ideal.
Namun demikian, tim tetap berangkat, tetap bermain, dan tetap menyelesaikan pertandingan sesuai agenda kompetisi.
Derasnya kritik netizen ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya terkait pentingnya pembenahan fasilitas olahraga di Kabupaten Blora.
Di sisi lain, konsistensi Persikaba untuk terus bertanding di tengah keterbatasan dinilai mencerminkan mental juang dan komitmen tinggi dalam membawa nama daerah di kancah sepak bola regional.
Editor : Redaksi