Tuban, MEMANGGIL.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) memastikan kesiapan pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M berjalan aman, sehat, dan sesuai syariat Islam.
Berbagai langkah pengawasan hingga pemeriksaan kesehatan hewan kurban terus dilakukan agar masyarakat memperoleh daging kurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto, mengatakan persiapan Iduladha telah dilakukan sejak jauh hari. Salah satunya melalui sosialisasi dan pembinaan teknis kepada takmir masjid terkait tata cara pemilihan ternak kurban, proses penyembelihan, penanganan, hingga distribusi daging kurban.
Selain itu, DKP2P juga melakukan pemeriksaan kesehatan ternak di sejumlah peternakan sapi, kambing, dan domba. Pengawasan dilakukan di lapak penjualan hewan kurban maupun pasar hewan yang berada di Kecamatan Semanding, Kerek, Jatirogo, dan Parengan.
“Tujuannya agar masyarakat mendapatkan daging kurban yang ASUH serta memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak,” ujar Eko Julianto, Minggu, (24/5/2026).
Untuk memastikan kondisi hewan tetap aman, DKP2P menerjunkan dokter hewan di masing-masing kecamatan guna melakukan pemantauan rutin terhadap penyakit ternak.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap ternak yang akan dilalu lintaskan antarkecamatan melalui penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
DKP2P juga terus menggencarkan vaksinasi gratis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak awal tahun sebagai langkah pencegahan.
Layanan vaksinasi tersebut diberikan termasuk kepada peternak yang menyiapkan ternaknya sebagai hewan kurban.
“Sampai saat ini kasus penyakit hewan menular masih dapat dikendalikan,” jelasnya.
Tak hanya di peternakan dan pasar hewan, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan di masjid, instansi, maupun lokasi penyembelihan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan sebelum penyembelihan dengan mengecek kondisi fisik ternak, mulai dari mata, hidung, telinga, kulit, suhu tubuh, hingga alat gerak untuk memastikan hewan dalam keadaan sehat.
Pemeriksaan tersebut dilakukan sejak sebelum Hari Raya Iduladha, saat pelaksanaan penyembelihan, hingga pasca penyembelihan oleh dokter hewan dan inseminator di seluruh wilayah Kabupaten Tuban maupun berdasarkan permintaan masyarakat dan takmir masjid.
Mantan Camat Semanding itu berharap pelaksanaan Iduladha tahun ini berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga kesehatan hewan ternak dan mematuhi anjuran petugas demi terciptanya pelaksanaan kurban yang sehat dan sesuai syariat.
“Harapan kami seluruh masyarakat Kabupaten Tuban dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang, aman, dan nyaman,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP2P Tuban, Pipin Diah Larasati, menambahkan pihaknya menerjunkan personel yang terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, pengawas bibit ternak, hingga pengawas mutu pakan. Pengawasan juga melibatkan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Tuban dan Paravetindo Tuban.
"Masyarakat yang membutuhkan layanan maupun konsultasi kesehatan hewan kurban dapat menghubungi Call Centre Bidang Kesehatan Hewan DKP2P," ungkapnya.
Menurut Pipin, penyakit yang saat ini menjadi perhatian adalah PMK dan LSD (Lumpy Skin Disease) atau penyakit lato-lato. Meski demikian, kedua penyakit tersebut bukan termasuk zoonosis sehingga tidak menular kepada manusia dan dagingnya tetap aman dikonsumsi.
Lebih lanjut, ia menegaskan petugas juga memantau proses penyembelihan agar sesuai prinsip kesejahteraan hewan serta melakukan pemeriksaan terhadap daging dan jeroan. Jika ditemukan indikasi penyakit tertentu, bagian yang terindikasi akan disarankan untuk dimusnahkan.
Ia mengimbau apabila ditemukan hewan sakit sebelum disembelih, maka hewan tersebut dipotong paling akhir apabila jumlah hewan kurban lebih dari satu.
Selain itu, bagian jeroan disarankan direbus terlebih dahulu dan tidak dibagikan dalam kondisi segar.
DKP2P juga mengimbau masyarakat lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Hewan yang sehat ditandai dengan mata jernih, hidung basah tanpa cairan kental, mulut tidak sariawan, bulu mengilap, serta tidak cacat fisik seperti buta maupun pincang.
Hewan kurban juga harus cukup umur sesuai syariat Islam, telah divaksin, dan diperiksa petugas berwenang.
“Kami berharap kesadaran masyarakat untuk memilih ternak yang sehat dan telah diperiksa petugas semakin meningkat sehingga kualitas daging kurban yang dibagikan benar-benar aman dikonsumsi,” pungkasnya.