Payakumbuh, MEMANGGIL.CO — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, keluarga besar SMKN 3 Payakumbuh menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh peserta didik, majelis guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat luas.
Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMKN 3 Payakumbuh, Dra. Wismarni, MM, pada Selasa (24/2/2026).
Dalam keterangannya, Dra. Wismarni menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum ibadah tahunan, melainkan ruang pembinaan karakter dan penguatan spiritual yang sangat relevan dengan pendidikan kejuruan. Nilai-nilai dalam ibadah puasa, menurutnya, selaras dengan pembentukan mental kerja siswa yang dipersiapkan memasuki dunia usaha dan dunia industri.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta integritas. Nilai-nilai ini sangat dibutuhkan dalam membentuk lulusan SMK yang profesional dan berakhlak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada Senin (23/2/2026), SMKN 3 Payakumbuh telah secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadan yang dilaksanakan bersama-sama di lingkungan sekolah. Pembukaan berlangsung khidmat dan diikuti seluruh warga sekolah sebagai bentuk komitmen dalam mengisi bulan suci dengan kegiatan positif dan bernilai ibadah.
Tahun ini, Pesantren Ramadan SMKN 3 Payakumbuh mengusung tema:
“Ramadan Membentuk Generasi Terampil, Berkarakter, dan Berintegritas.”
Kegiatan Pesantren Ramadan diisi dengan tadarus Al-Qur’an, tausiyah, kajian keislaman, praktik ibadah, serta pembinaan akhlak dan kedisiplinan. Program ini menjadi bagian dari pembelajaran selama bulan Ramadan sekaligus penguatan profil lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Melalui Pesantren Ramadan, kita ingin membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, keterampilan vokasional, dan kekuatan spiritual. Inilah fondasi utama dalam mencetak generasi yang siap kerja sekaligus memiliki karakter kuat,” tegas Dra. Wismarni.
Ia berharap seluruh peserta didik tetap produktif dan semangat mengikuti proses pembelajaran meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Ramadan, menurutnya, harus menjadi energi untuk meningkatkan kualitas diri, bukan alasan untuk menurunkan prestasi.
Di akhir penyampaiannya, Dra. Wismarni menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kekurangan, seraya berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum lahirnya generasi SMK yang unggul dalam kompetensi, kuat dalam iman, dan tinggi dalam etos kerja.
Editor : B. Wibowo