Blora, MEMANGGIL.CO - Di balik semangat yang tetap menyala, Karang Taruna Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, menyimpan keprihatinan tersendiri. Kebijakan efisiensi anggaran yang kini merambah hingga tingkat desa mulai memberikan dampak nyata bagi organisasi kepemudaan tersebut.
Kondisi ini menjadi tantangan serius yang harus dihadapi para pemuda desa di tengah semangat mereka untuk terus berkontribusi.
Ali Anwar, pengurus aktif Karang Taruna Desa Plosorejo, mengakui bahwa persoalan anggaran sebenarnya bukan hal baru bagi organisasinya. Ketidakjelasan alokasi dana untuk kegiatan kepemudaan sudah dirasakan sejak lama.
Namun tekanan yang ada kini semakin nyata dan langsung berdampak pada ruang gerak organisasi dalam merancang dan menjalankan program-programnya.
"Kalau itu sudah dari dulu kita belum ada kejelasan anggaran, tapi efisiensi sekarang benar-benar terasa. Karena dulu masih ada anggaran untuk pengembangan kepemudaan dan dana usaha, sekarang tidak, karena alokasi dialihkan ke KDMP," ungkap Ali Anwar terus terang kepada awak media ini, ditulis Jumat (27/2/2026).
Pernyataan ini menggambarkan betapa kebijakan efisiensi di level atas turut memberi imbas hingga ke organisasi terkecil di desa. Hilangnya anggaran pengembangan kepemudaan dan dana usaha tentu bukan hal sepele.
Selama ini, kedua pos anggaran tersebut menjadi penopang bagi karang taruna dalam menjalankan kegiatan inovatif dan membangun kemandirian ekonomi pemuda desa.
Kini, dengan dialihkannya anggaran ke program KDMP, karang taruna harus memutar otak lebih keras untuk tetap bisa bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Meski demikian, semangat para pemuda Desa Plosorejo tidak surut. Keterbatasan anggaran justru menjadi tantangan yang mendorong kreativitas dan kemandirian organisasi.
Mereka meyakini bahwa kontribusi nyata tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran, melainkan pada tekad dan solidaritas para anggotanya.
"Kami akan terus hadir untuk bisa bermanfaat bagi Desa Plosorejo," tandasnya.
Editor : B. Wibowo