Usai Pengeroyokan oleh Oknum LSM, Kades Hoho Curhat ke Dedi Mulyadi, Netizen: “Gubernur Jateng di Mana?”

Reporter : Nugraheni Tri Cahyaningtyas
Kades Hoho Silaturahmi Ke Rumah Dedi Mulyadi (Foto: hoho_alkaf)

Subang, MEMANGGIL.CO - Seorang kepala desa yang dikenal dengan nama Kades Hoho melakukan silaturahmi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di rumah pribadinya pada Jumat (14/3/2026). Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang sedang ia hadapi.

Dalam pertemuan itu, Kades Hoho menceritakan kejadian yang sempat viral beberapa waktu lalu, yakni insiden pengeroyokan yang melibatkan oknum dari LSM Harimau. Konflik tersebut disebut berawal dari proses seleksi calon perangkat desa di Desa Purwasaba.

Saat itu, pemerintah desa sedang menggelar tes untuk memilih calon perangkat desa baru. Salah satu peserta yang mengikuti tes diketahui merupakan anggota dari LSM tersebut. Namun, peserta tersebut tidak lolos tahap verifikasi karena nilai yang diperoleh dinilai rendah.

Setelah hasil tes keluar, pihak LSM disebut meminta agar seleksi diulang kembali. Namun permintaan tersebut tidak disetujui oleh pemerintah desa. Alasannya, proses seleksi sudah berjalan sesuai aturan dan sudah ada peserta lain yang dinilai lebih layak karena memperoleh nilai yang lebih tinggi.

Penolakan tersebut diduga menjadi pemicu kekecewaan dari pihak tertentu hingga akhirnya memicu konflik yang berujung pada aksi demonstrasi bahkan pengeroyokan terhadap Kades Hoho.

Dalam salah satu unggahan di akun media sosialnya, Kades Hoho juga menyampaikan kegelisahannya sebagai seorang pemimpin desa yang kerap mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu.

“Panutan, pada sering didemo karena setiap kebijakan yang kita ambil dirasa tidak sesuai oleh pihak-pihak yang punya kepentingan untuk dirinya dan kelompoknya. Kita dianggap zalim di mata mereka, padahal justru kebijakan itu untuk kepentingan masyarakat luas,” tulis dalam unggahan di akun resminya.

Ia juga menambahkan bahwa sebagai pemerintah desa, dirinya berusaha tetap teguh menjalankan tugas demi kepentingan masyarakat.

“Apabila kita sebagai pemerintah lemah, maka hak-hak masyarakat luas yang seharusnya kita berikan tidak akan ada lagi. Justru itu yang bisa membuat kita zalim di mata Allah,” lanjutnya dalam unggahan tersebut.

Kunjungan Kades Hoho ke rumah pribadi Dedi Mulyadi pun memunculkan berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian netizen mempertanyakan mengapa Kades Hoho memilih menyampaikan keluhannya kepada Gubernur Jawa Barat.

“Kades Hoho curhatnya ke Jabar, Gubernur Jateng di mana?” tulis salah satu pengguna media sosial dengan nada heran.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan harapannya agar persoalan yang dihadapi Kades Hoho bisa segera diselesaikan dengan baik.

“Semoga masalah yang dihadapi Pak Kades segera selesai, sehingga beliau bisa kembali fokus membangun desa dan melayani masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi.

Kasus yang menimpa Kades Hoho ini menjadi sorotan publik, terutama karena berkaitan dengan proses seleksi perangkat desa yang seharusnya berjalan secara objektif dan transparan. Banyak pihak berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara adil agar situasi di desa kembali kondusif.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru