Cegah Penyakit, BBKK Surabaya Perkuat Pengawasan Kesehatan di Bandara dan Pelabuhan

Reporter : Saputra
BBKK Surabaya juga memantau kesehatan pemudik yang masuk melalui bandara maupun pelabuhan. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya mengimbau agar mewaspadai berbagai penyakit menular yang dapat menyebar saat musim mudik dan balik Lebaran seperti campak dan Tuberkulosis (TB).

"Sesuai dengan arahan dari pusat, kami menerbitkan nota dinas untuk kewaspadaan penyakit menular yang perlu diwaspadai seperti campak dan TB. Kepala wilker juga sudah melakukan sosialisasi dan edukasi ke semua lintas sektor terkait gejala, pencegahan dan penanganannya," terang Kepala BBKK Surabaya Rosidi Roslan, Kamis (26/3/2026). 

Guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular tersebut, pihaknya telah menyiapkan vaksin bagi para pemudik. 

"Melihat situasi dan kondisi penyakit menular saat ini, beberapa vaksin yang kami rekomendasikan yakni vaksin influenza dan vaksin campak," kata Rosidi. 

Selain menyediakan vaksin, BBKK Surabaya juga melakukan berbagai langkah strategis untuk menangkal penyakit menular, antara lain dengan memperkuat pengawasan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan.

"Kami juga melakukan pengawasan langsung di bandara maupun pelabuhan di wilayah kerja sebagai upaya penanggulangan penyakit menular. Ikut serta aktif di berbagai posko mudik di bandara dan pelabuhan wilayah kerja BBKK Surabaya seperti bandara Juanda maupun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," ungkap Rosidi. 

Untuk mendeteksi dini kasus penyakit menular atau kondisi kesehatan yang berpotensi menjadi masalah selama perjalanan mudik, BBKK Surabaya menerapkan sistem pemantauan kesehatan terpadu melalui skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan lintas batas negara.

"Kami menggunakan thermal scanner di pintu kedatangan internasional, observasi visual oleh petugas di titik-titik kedatangan penumpang, serta memantau pengisian deklarasi kesehatan via aplikasi All Indonesia bagi pelaku perjalanan dari luar negeri," jelasnya.

Menurutnya, sistem surveilans berbasis risiko digunakan untuk mendeteksi penyakit menular. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi rujukan cepat ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan kasus suspek. 

"Dengan sistem ini, deteksi dini dapat dilakukan secara cepat dan tepat," ujarnya.

Rosidi juga menyebutkan bahwa terdapat lonjakan kasus penyakit tertentu yang sering muncul saat musim mudik, diantaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti flu dan batuk, diare, hipertensi serta penyakit degeneratif lainnya, yang umumnya disebabkan oleh perubahan cuaca dan kelelahan akibat perjalanan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru