Inovasi Chatbot Berbasis Lokal, Wisudawan Terbaik FMIPA UNESA Selesaikan Studi dengan Proyek Literasi Sains

Reporter : Adji
Ainus Salsabilla Mahasiswa Fakultas FMIPA Unesa (Adji/Memanggil co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO – Ainus Salsabilla (24), mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), berhasil dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. 

Prestasi ini diraih berkat dedikasinya dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif berupa chatbot berbasis statistik untuk meningkatkan literasi sains di tingkat SMA.

Penelitian yang memakan waktu satu setengah tahun ini berhasil lolos seleksi pendanaan hibah dari program BIMA (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri) Kemendikbudristek.

Ainus menjelaskan, inovasi chatbot yang ia bangun memiliki perbedaan fundamental dengan chatbot generik seperti ChatGPT. 

Jika ChatGPT menyediakan referensi yang bersifat umum dan luas, perangkat buatan Ainus telah dikurasi secara ketat dan dibatasi pada materi spesifik.

"Sistem ini saya batasi hanya pada materi-materi yang sering terlewatkan atau jarang diajarkan secara mendalam di kelas. Dengan chatbot ini, siswa mendapatkan referensi yang akurat dan terarah sesuai kurikulum," kata  Ainus ditemui awak media usai prosesi wisuda, Rabu, 29 April 2026.

Meski dirancang untuk siswa SMA, materi yang diintegrasikan bersifat fleksibel sehingga dapat diakses oleh siswa jenjang SMP.

Selain menyediakan materi pembelajaran, chatbot ini dilengkapi dengan fitur Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang aplikatif. 

Ainus mengintegrasikan konsep Education for Sustainable Development (ESD) dengan mengajak siswa melakukan praktikum mandiri memanfaatkan sumber daya alam dan limbah di lingkungan sekitar.

Beberapa proyek praktikum yang ditawarkan dalam perangkat tersebut, meliputi pembuatan biogas dari kotoran sapi, pembuatan tape pisang.

Selain itu, ada pembuatan tempe, dan pembuatan pupuk organik cair dari limbah tahu.

Salah satu keunggulan teknis dari inovasi ini adalah kemudahannya dalam diakses. 

Ainus merancang chatbot tersebut dalam bentuk berbasis web yang ringan.

"Saya ingin memastikan perangkat ini inklusif. Siswa tidak perlu perangkat spesifikasi tinggi. Cukup bermodalkan akses link di browser ponsel Android standar, semua materi dan panduan praktikum sudah bisa diakses," ujarnya 

Di luar kesibukan akademiknya, Ainus merupakan sosok yang aktif di dunia pendidikan. Sebelum meraih gelar ini, ia sempat berkarier sebagai mentor Karya Tulis Ilmiah (KTI) di SMP Negeri 45 Surabaya dan bekerja sebagai pengajar freelance.

Saat ini, Ainus juga aktif sebagai anggota divisi media di Education for Sustainable Development (ESD) Indonesia. Organisasi ini merupakan wadah pendidikan keberlanjutan yang menjadi mitra kolaborasi antara UNESA dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). 

"Melalui latar belakang tersebut, Ainus berharap inovasi chatbot-nya dapat berkontribusi dalam pemerataan kualitas pendidikan sains di Indonesia," pungkas Ainus.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru