IHSG Anjlok 19%, OJK Siapkan Skenario 'Stress Test' Hadapi Gejolak Global

Reporter : Adji
Rapat OJK melalui Zoom ( OJK/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan nasional melalui uji ketahanan  intensif. 

Upaya ini diambil menyusul tingginya volatilitas pasar keuangan dunia yang mulai menekan pasar saham domestik per April 2026.

​Hingga akhir April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam hingga 19,55 persen secara year-to-date (ytd), dan ditutup pada level 6.956,80. Ketidakpastian global juga memicu aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham senilai Rp.17,02 triliun.

​Meski pasar saham bergejolak, OJK mencatat likuiditas pasar modal domestik masih dalam kategori terkendali dengan rata-rata bid-ask spread di level rendah, yakni 1,33 kali.

Kontras dengan saham, pasar obligasi justru menunjukkan ketahanan. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat ke level 436,38 dengan aliran modal asing masuk (net buy) ke SBN mencapai Rp8,80 triliun. Penurunan rata-rata yield SBN sebesar 3,90 bps turut mempertegas resiliensi sektor ini.

​Di sektor perbankan, kinerja intermediasi justru menunjukkan pertumbuhan positif di tengah tekanan pasar. Hingga Maret 2026, penyaluran kredit tumbuh 9,49 persen (yoy) mencapai Rp.8.659 triliun.

​Kredit Investasi Tumbuh tertinggi sebesar 20,85 persen.Sedangkan Kredit Korporasi meningkat 14,88 persen.

​Sementara itu, Kredit UMKM berhasil keluar dari zona kontraksi dengan tumbuh positif 0,12 persen.

Sedangkan Dana Pihak Ketiga juga melonjak 13,55 persen menjadi Rp10.231 triliun.

​OJK memastikan profil risiko perbankan tetap terjaga di bawah ambang batas. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat menurun menjadi 2,14 persen, sementara NPL net stabil di angka 0,83 persen.

Indikator permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan berada di level yang sangat kuat, yakni 25,09 persen, yang berfungsi sebagai bantalan (buffer) mitigasi risiko jika dinamika ekonomi terus memburuk.

​Guna menjaga stabilitas ke depan, OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) telah memperpanjang masa berlaku instrumen kebijakan penjaga stabilitas pasar saham. Selain itu, pasar modal tetap didorong menjadi sumber pembiayaan jangka panjang, dengan total dana yang dihimpun hingga April mencapai Rp56,35 triliun melalui berbagai mekanisme, termasuk Securities Crowdfunding (SCF).

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru