Surabaya, MEMANGGIL.CO – Guna mengantisipasi pergeseran nilai toleransi dan potensi konflik horizontal.Kali ini, pemuda Desa Sugihwaras, Kabupaten Lamongan, membentuk Komunitas Pemuda Pecinta Pancasila.
Pembentukan tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis dengan tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Program yang berlangsung delapan bulan ini dipimpin oleh akademisi UNESA, Agung Stiawan, S.Pd., M.Pd.
Upaya ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ego kelompok dan derasnya arus informasi bias yang mengancam kerukunan di tingkat desa.
"Kami hadir bukan untuk sekadar memberikan ceramah teori, tetapi mengajak pemuda menjadi pelaku perubahan sosial melalui dialog dan aksi nyata," kata Agung Stiawan dalam keterangan resminya, Selasa 5 Mei 2026.
Para pemuda desa tidak hanya diberikan pemahaman ideologi, tetapi juga dibekali keterampilan teknis untuk mengelola keberagaman.
Fokus pelatihan tersebut diantaranya melatih teknik penyampaian pendapat yang santun dan efektif.
Selain itu juga membedah studi kasus konflik untuk mencari solusi berbasis mufakat.
Tak hanya itu, mereka juga diberikan pelatihan membangun kepercayaan diri pemuda untuk memimpin diskusi lintas kelompok.
Menurut Agung, berdasarkan data evaluasi program telah menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman nilai-nilai Pancasila serta kemampuan manajerial peserta dibandingkan sebelum program dimulai.
Ia menambahkan, pasca-pelatihan, Komunitas Pemuda Pecinta Pancasila langsung bergerak melalui sejumlah agenda taktis, di antaranya kampanye toleransi di lingkungan sekolah dan aksi sosial lintas agama di wilayah Sugihwaras," ungkapnya.
" Upaya ini dinilai efektif mengubah ketegangan sosial menjadi ruang kolaborasi. Desa Sugihwaras kini menjadi model percontohan di Lamongan mengenai bagaimana penguatan nilai Pancasila di tingkat akar rumput dapat dilakukan secara sistematis oleh generasi muda," ungkap Agung.