Surabaya, MEMANGGIL.CO - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya segera menghilirisasikan berbagai inovasi unggulan agar dapat masuk ke sektor industri dan dimanfaatkan masyarakat luas. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian ialah kompor plasma dan kendaraan listrik karya peneliti ITS.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek RI, Dr Mohammad Fauzan Adziman ST MEng, mengatakan inovasi kompor plasma ITS memiliki potensi besar menjawab persoalan energi nasional, termasuk isu kelangkaan LPG di masyarakat. Berbeda dengan kompor induksi konvensional, teknologi tersebut memanfaatkan filamen yang menghasilkan panas menyerupai api sungguhan.
“Langkah ini juga untuk menjawab isu kelangkaan sumber energi dan elpiji di masyarakat,” ujar Fauzan usai meninjau berbagai produk inovasi di ITS Science Techno Park (STP), Sabtu (9/5/2026).
Menurut Fauzan, inovasi tersebut berpotensi menekan beban subsidi energi nasional apabila mampu diproduksi dan digunakan secara luas. Dengan demikian, anggaran subsidi dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lain yang lebih produktif.
“Dampaknya, subsidi energi dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya yang lebih produktif,” katanya.
Ia menegaskan, proses hilirisasi teknologi tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan inovasi. Peneliti juga harus memperhatikan aspek nonteknis seperti pembiayaan, perilaku konsumen, hingga kesiapan manufaktur dalam skala besar.
“Penting bagi seorang peneliti untuk tidak berjalan sendiri, sebab modelling financing, pemahaman perilaku konsumen, hingga kesiapan manufaktur skala besar harus turut diperhatikan,” terangnya.
Untuk mendukung proses tersebut, Ditjen Risbang Kemdiktisaintek akan membentuk skema konsorsium lintas disiplin dengan mempertemukan para pakar dan mitra industri. Konsorsium itu melibatkan bidang elektronika, teknik fisika, ekonomi, hingga hukum guna memperkuat regulasi dan percepatan hilirisasi produk.
Sementara itu, Wakil Rektor IV ITS bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian, Prof Ir Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD, menyebut ITS terus membangun sinergi triple helix antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri. Menurutnya, dukungan kementerian serta lembaga investasi seperti Danantara menjadi jembatan penting antara prototipe riset dan produk komersial.
ITS juga terus memperkuat pengembangan kendaraan listrik nasional, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus listrik. Ke depan, kampus tersebut akan fokus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan unit baru serta program konversi kendaraan berbahan bakar fosil.
Dengan dukungan fasilitas laboratorium yang telah dipercaya pemerintah untuk sertifikasi dan pengujian, ITS optimistis mampu mempercepat standarisasi industri. Melalui penguatan ITS Science Techno Park, kampus tersebut menargetkan inovasi teknologi tinggi, termasuk semikonduktor dan energi alternatif, dapat segera diadopsi sektor industri dan memberikan dampak nyata bagi kemandirian teknologi nasional.
Editor : B. Wibowo