Tuban, MEMANGGIL.CO – Satreskrim Polres Tuban memberikan atensi khusus terhadap maraknya kasus pencurian hewan ternak sapi yang terjadi menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Dalam kurun waktu sepekan terakhir, sedikitnya delapan ekor sapi dilaporkan hilang di wilayah Kecamatan Merakurak dan Jenu.

Rentetan kasus tersebut terjadi dalam dua minggu terakhir, dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat lantaran pola pencurian yang terjadi diduga dilakukan secara terorganisir.

Hingga saat ini, Sabtu, (9/5/2026), pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono El, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Kecamatan Jenu dan Merakurak. Saat ini, penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk mengungkap pelaku.

“Kami melakukan penyelidikan secara mendalam dan berupaya maksimal untuk mengungkap kasus ini, mengingat sebentar lagi Hari Raya Idul Adha,” ujar AKP Bobby panggilan akrabnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mendukung proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Menurutnya, kepolisian terus bekerja mengumpulkan berbagai petunjuk di lapangan.

“Kami mohon doa agar segera terungkap, sehingga bisa menjawab keresahan masyarakat dan masyarakat tetap tenang dalam persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 2026,” ungkapnya.

AKP Bobby menambahkan, saat ini penyidik masih fokus mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV, serta bukti-bukti lain yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

“Kita pastikan kasus ini menjadi atensi. Kami terus berupaya maksimal untuk mengungkap pencurian ternak sapi ini,” tegasnya.

Sate Pak Rizki

Selain penyelidikan, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan keamanan kandang ternak dan lingkungan sekitar. Warga disarankan memasang kamera pengawas atau CCTV untuk membantu pengungkapan apabila terjadi tindak kejahatan.

“Apabila ada kejadian seperti ini, keberadaan CCTV tentu bisa memudahkan kami dalam proses pengungkapan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Satreskrim Polres Tuban juga mendorong penguatan sistem keamanan lingkungan melalui kegiatan siskamling yang melibatkan unsur tiga pilar, yakni pemerintah desa, TNI, dan Polri.

Sebagai informasi, kasus pertama terjadi di Dusun Tlogowuni, Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban, Mohammad Toha Rivai, kehilangan empat ekor sapi dengan total kerugian mencapai Rp60 juta.

Belum usai kasus tersebut, dua ekor sapi milik warga Dusun Bogang, Desa Beji, Kecamatan Jenu, yakni Kusnan dan Asih, kembali dilaporkan hilang pada Rabu (29/4/2026) dini hari.

Sebelumnya, dua ekor sapi milik warga Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, juga dilaporkan hilang sekitar satu minggu sebelumnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Karangasem, Surip.