Jakarta, MEMANGGIL.CO - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di tubuh Polri pada Mei 2026. Sebanyak 108 perwira tinggi dan perwira menengah mengalami pergeseran jabatan, mulai dari tingkat AKBP hingga Komisaris Jenderal Polisi.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Anwar pada 7 Mei 2026. Pergantian jabatan dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta penguatan kelembagaan Polri di berbagai wilayah.
Salah satu nama yang menjadi perhatian dalam mutasi kali ini ialah Irjen Pol Mardiyono, jenderal polisi asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Perwira tinggi yang sebelumnya menjabat Kapolda Bengkulu tersebut mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Koordinator Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri.
Posisi Kapolda Bengkulu yang ditinggalkan Irjen Mardiyono selanjutnya diisi Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid yang sebelumnya menjabat Karorenmin Bareskrim Polri. Serah terima jabatan Kapolda Bengkulu telah dipimpin langsung Kapolri di Rupattama Mabes Polri pada pertengahan Mei 2026 lalu.
Nama Irjen Pol Mardiyono sendiri cukup dikenal di kalangan masyarakat Blora. Perwira tinggi kelahiran Blora tersebut selama ini dinilai memiliki perjalanan karier yang cukup moncer di institusi kepolisian hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di tingkat nasional maupun kewilayahan.
Promosi jabatan yang diterima Mardiyono sekaligus menunjukkan kepercayaan pimpinan Polri terhadap kapasitas dan pengalaman yang dimilikinya dalam bidang pembinaan masyarakat dan keamanan nasional.
Selain pergantian Kapolda Bengkulu, mutasi kali ini juga menyasar sejumlah jabatan penting lainnya di lingkungan Mabes Polri dan Polda di berbagai daerah.
Di antaranya Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy yang dipercaya menjadi Kapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol Agus Wijayanto yang ditunjuk sebagai Kapolda Kalimantan Utara, hingga Irjen Pol Pipit Rismanto yang mendapat amanah sebagai Kapolda Jawa Barat.
Kapolri juga melakukan rotasi pada sejumlah pejabat strategis di Bareskrim, Propam, Baharkam, hingga Korps Brimob Polri. Beberapa perwira menengah mendapat promosi kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal dan ditempatkan pada posisi baru di tingkat Mabes maupun kewilayahan.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyebut mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi kepolisian sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Johnny dalam keterangannya.
Ia menambahkan, pergantian pejabat di lingkungan Polri diharapkan mampu memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas organisasi dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
Mutasi besar tersebut sekaligus menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri menjelang sejumlah agenda nasional dan penguatan pelayanan keamanan di berbagai daerah Indonesia.
Editor : Redaksi