Antrean Kurban Meningkat di Hari-Hari Terakhir Operasional RPH Pegirian

Reporter : Adji
Dirut RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho (Adji/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO – Iduladha 1447 Hijriah menjadi penanda berakhirnya era Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, Surabaya. Setelah puluhan tahun menjadi pusat layanan pemotongan hewan kurban di Kota Pahlawan, fasilitas legendaris itu akan resmi menghentikan operasionalnya dan berpindah ke kawasan Tambak Osowilangon mulai 1 Juni 2026.

Momentum kurban tahun ini sekaligus menjadi “bab terakhir” pelayanan RPH Pegirian yang selama ini dikenal masyarakat sebagai lokasi pemotongan hewan yang higienis, tertata, dan sesuai syariat Islam. Meski menjadi layanan terakhir, antusiasme masyarakat justru meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, mengatakan perpindahan operasional dilakukan setelah seluruh rangkaian Iduladha selesai agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

“Tahun ini menjadi momen terakhir pelaksanaan kurban di Pegirian sebelum seluruh layanan berpindah ke Tambak Osowilangon,” ujar Fajar di RPH Pegirian, Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, tingginya kepercayaan masyarakat terlihat dari jumlah hewan kurban yang masuk ke RPH Pegirian tahun ini. Hingga pertengahan pelaksanaan Iduladha, tercatat sebanyak 180 ekor sapi didaftarkan untuk dipotong, naik dibanding tahun lalu sebanyak 170 ekor.

Puncak aktivitas pemotongan terjadi pada Rabu dengan total sekitar 70 ekor sapi diproses dalam sehari. Salah satu hewan kurban bahkan memiliki bobot lebih dari satu ton. Seluruh proses dilakukan dengan pengawasan ketat dokter hewan melalui pemeriksaan antemortem dan postmortem guna memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.

Fajar menegaskan, relokasi ke Tambak Osowilangon bukan sekadar perpindahan lokasi, melainkan bagian dari transformasi layanan RPH Surabaya menuju sistem pemotongan modern dan terintegrasi. Fasilitas baru disebut telah dilengkapi sarana yang lebih representatif untuk menunjang pelayanan kurban maupun kebutuhan pemotongan harian.

“Kami tidak ingin buru-buru pindah kalau fasilitas belum siap. Setelah Iduladha ini, insyaallah seluruh operasional mulai berpindah,” katanya.

Selain menjaga standar higienitas, RPH Surabaya juga menerapkan prinsip Animal Welfare atau kesejahteraan hewan selama proses penyembelihan. Hewan diperlakukan tanpa tekanan berlebih sebelum disembelih sesuai syariat Islam. Tahun ini, layanan yang diberikan juga semakin lengkap, mulai dari pemotongan, pencacahan, pengemasan, hingga pengiriman daging kurban ke lokasi tujuan.

Meski akan meninggalkan Pegirian, mayoritas pelanggan tetap seperti pengurus masjid, yayasan, instansi pemerintah, organisasi masyarakat hingga partai politik memastikan tetap menggunakan jasa RPH Surabaya di lokasi baru. Bagi banyak warga Surabaya, RPH Pegirian bukan hanya tempat pemotongan hewan, tetapi bagian dari tradisi Iduladha yang telah melekat selama bertahun-tahun.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru