Tuban, MEMANGGIL.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengklaim penyaluran dan distribusi Bio Solar di wilayahnya berjalan normal. Namun, di lapangan para sopir angkutan masih harus menghadapi antrean panjang hingga berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut.
Kondisi antrean solar telah terjadi selama sekitar sepekan terakhir di sejumlah SPBU yang menjual Bio Solar di Kabupaten Tuban. Puluhan kendaraan, terutama truk angkutan barang, terlihat mengular menunggu giliran mengisi bahan bakar.
Baca juga: Cetak Generasi Cerdas Digital, PWI Tuban Lahirkan Duta Literasi Pelajar 2026
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Tuban, Gunadi, menegaskan bahwa distribusi Bio Solar dari PT Pertamina Fuel Terminal TBBM Tuban tetap berjalan seperti biasa.
"Penyaluran Bio Solar di wilayah Kabupaten Tuban berjalan normal dan distribusi dari Fuel Terminal Tuban tetap berlangsung," ujar Gunadi, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, antrean yang terjadi di sejumlah SPBU dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan Bio Solar dalam beberapa waktu terakhir. Tingginya aktivitas kendaraan logistik, bus, kendaraan operasional lokal, hingga mobilitas masyarakat pasca-libur panjang Iduladha disebut menjadi faktor penyebab meningkatnya konsumsi bahan bakar.
Selain itu, ia mengaku aktivitas sektor pertanian dan perikanan juga dinilai turut mendorong peningkatan penggunaan Bio Solar di Kabupaten Tuban.
"Selain itu, terdapat aktivitas pertanian dan perikanan yang turut meningkatkan mobilitas kendaraan pengguna Biosolar," jelasnya.
Meski pemerintah menyatakan distribusi berjalan normal, kondisi di lapangan masih dikeluhkan para sopir. Mereka mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan solar.
Wahyudi (47), sopir truk pengangkut jagung asal Kecamatan Kerek, mengaku aktivitas kerjanya terganggu akibat panjangnya antrean di SPBU.
Baca juga: Dukung Fokus Ujian, Unesa Bagikan 35.000 Porsi Sarapan Gratis untuk Mahasiswa
"Di mana-mana antre semua. Sudah sekitar satu minggu ini. Saya sendiri sudah hampir tiga jam antre," ungkapnya saat ditemui di SPBU Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, antrean tidak hanya terjadi di satu SPBU, tetapi hampir merata di sejumlah SPBU yang melayani pembelian Bio Solar di Kabupaten Tuban.
Akibat kondisi tersebut, waktu perjalanan menjadi lebih lama dan biaya operasional ikut bertambah karena para sopir harus menunggu dalam waktu yang cukup panjang.
"Sangat terkendala. Waktu perjalanan jadi molor karena harus menunggu solar," katanya.
Para sopir berharap pasokan Bio Solar kembali lancar sehingga aktivitas distribusi barang dan transportasi tidak terganggu.
Baca juga: Remisi untuk Lansia, Wujud Kemanusiaan di Balik Jeruji Lapas Tuban
Pertamina Patra Niaga Masih Bungkam
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, hingga Selasa, (2/6/2026), belum memberikan tanggapan terkait keluhan masyarakat mengenai antrean dan keterbatasan pasokan Bio Solar di Kabupaten Tuban.
Lebih lanjut, persoalan ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi tidak lama setelah warga Tuban sempat mengalami kesulitan memperoleh elpiji 3 kilogram beberapa waktu lalu.
Kini, antrean panjang Bio Solar kembali memunculkan kekhawatiran terkait ketersediaan energi di daerah tersebut.
Editor : Abdul Rohman