Tuban, MEMANGGIL.CO — Sabtu sore itu, tak ada yang berbeda bagi Suparto. Seperti hari-hari sebelumnya, pria warga Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban tersebut berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke sawah.
Namun, kepergian itu ternyata menjadi perjalanan terakhirnya.
Baca juga: Dari Gotong Royong Lahir Harapan Baru, Jembatan Aramco Permudah Akses Warga Perbatasan Blora
Di rumah, sang ibu mulai diliputi rasa cemas ketika malam datang dan anaknya tak kunjung pulang. Waktu terus berjalan, tetapi sosok yang ditunggu tak juga terlihat.
Perasaan tak menentu yang semula hanya berupa kekhawatiran perlahan berubah menjadi firasat buruk.
"Ibu korban khawatir karena anaknya tidak kunjung pulang," ujar Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto, Minggu (7/6/2026).
Karena rasa khawatir semakin besar, keluarga kemudian meminta bantuan tiga orang warga untuk menyusul Suparto ke area persawahan tempat ia bekerja.
Sesampainya di lokasi, mereka menemukan sepeda motor milik korban terparkir di tepi jalan. Namun pemiliknya tak terlihat. Pencarian pun dilakukan di sekitar area sawah yang mulai gelap.
Tak lama kemudian, ketiga warga tersebut dikejutkan oleh pemandangan yang tak pernah mereka harapkan.
Suparto ditemukan tergeletak di area persawahan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Sabtu malam, (6/6/2026).
Baca juga: Nama H. Miyadi Paling Menguat di Bursa Ketua PKB Tuban, Tantangan Masih Jadi Catatan
"Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata IPTU Siswanto.
Menurut hasil pemeriksaan di lokasi, korban ditemukan terlentang dengan kepala menghadap ke atas. Di dekat tubuhnya terdapat kawat besi yang masih dialiri listrik.
"Posisi korban meninggal dunia dengan kondisi terlentang dengan kepala di sebelah selatan menghadap ke atas dan memegang kawat besi yang masih dialiri listrik," jelasnya.
Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke kepolisian. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Baca juga: Blora Lampaui Target Nasional LP2B, Kampus UNY dan Investasi Dapat Lampu Hijau
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun terdapat sejumlah luka yang diduga akibat sengatan listrik.
"Ada bekas luka tersengat listrik di jempol tangan kiri, luka di siku kiri dan leher bawah. Tidak ada tanda-tanda kekerasan," terang IPTU Siswanto.
Berdasarkan temuan tersebut, korban diduga meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang terpasang di area persawahan miliknya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya penggunaan jebakan tikus beraliran listrik di lahan pertanian. Di balik hamparan sawah yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, tersimpan risiko yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawa.
Editor : Abdul Rohman