Blora, MEMANGGIL.CO - Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora menjadi saksi dimulainya langkah puluhan pelajar menuju dunia kerja internasional. Sebanyak 66 siswa dari SMA, SMK, dan MA di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif PWNU Jawa Tengah mengikuti seleksi nasional Program Magang ke Jepang yang digelar bekerja sama dengan IM Japan dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Seleksi dibuka secara resmi oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman,  atau yang akrab disapa Gus Arief, ditandai dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan calon peserta magang.

Turut hadir dalam pembukaan, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah Dr. KH. Agus Riyanto, Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah Dr. H. Fakhruddin Karmani, perwakilan IM Japan Indonesia Nur Hidayat, serta perwakilan Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan RI Yanti Apriyanti, S.E.

Dalam sambutannya, Gus Arief mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Blora sebagai lokasi pelaksanaan seleksi awal program magang ke Jepang.

Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pintu bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman kerja di tingkat internasional.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada LP Ma'arif Jawa Tengah, IM Japan, dan Kementerian Ketenagakerjaan yang telah memilih Blora sebagai tempat pelaksanaan seleksi. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh adik-adik semua," ujar Gus Arief.

Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh, termasuk mempersiapkan kemampuan bahasa, kedisiplinan, dan pemahaman budaya kerja Jepang.

"Belajar tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga bahasa, etos kerja, dan budaya. Kalau nanti berhasil berangkat, manfaatkan kesempatan itu untuk menimba ilmu dan pengalaman. Setelah sukses, kami berharap bisa kembali ke daerah untuk ikut membangun Kabupaten Blora," katanya.

Gus Arief juga menilai peluang kerja ke luar negeri tidak hanya terbuka di sektor manufaktur, tetapi juga berbagai bidang lain, termasuk pertanian dan industri pangan yang berkembang di Jepang.

Sementara itu, Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah Dr. H. Fakhruddin Karmani mengatakan program magang internasional merupakan salah satu upaya membuka peluang kerja bagi lulusan sekolah Ma'arif.

Setiap tahun, kata dia, LP Ma'arif Jawa Tengah meluluskan sekitar 34 ribu siswa yang memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak terus diperluas agar lulusan memiliki akses terhadap lapangan kerja yang lebih luas.

"Awalnya ada sekitar 170 pendaftar. Setelah proses administrasi, sebanyak 67 peserta melakukan registrasi dan 66 orang hadir mengikuti seleksi. Peserta berasal dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah, tidak hanya dari Blora," jelas Fakhruddin.

Ia menambahkan, peserta yang lolos seleksi awal akan mengikuti pembekalan intensif sebelum menghadapi seleksi akhir yang dijadwalkan berlangsung di Kota Pekalongan pada 10 Agustus 2026.

Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah Dr. KH. Agus Riyanto menyebut program magang ke Jepang bukan sekadar membuka akses pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Jepang dikenal memiliki budaya kerja yang disiplin, produktif, dan berkualitas. Kami berharap peserta tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar dan membawa pulang pengalaman tersebut untuk diterapkan di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menekan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi lulusan pendidikan vokasi.

Di sisi lain, semangat besar juga terlihat dari para peserta. Salah satunya, Muhammad Rifai, mengaku antusias sekaligus gugup menghadapi seleksi pertamanya untuk bekerja di luar negeri.

"Saya memang masih deg-degan karena harus belajar bahasa dan budaya yang berbeda. Tapi saya optimistis bisa lolos dan mohon doa agar mendapatkan hasil terbaik," tuturnya.

Prosesi pembukaan ditutup dengan penghormatan bersama menggunakan bahasa Jepang yang dilakukan seluruh peserta. Aksi tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari para tamu undangan dan menjadi simbol dimulainya perjuangan puluhan pelajar menuju kesempatan berkarier di negeri Sakura.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki daya saing global, menguasai keterampilan kerja berstandar internasional, sekaligus menjadi sumber daya manusia unggul yang kelak berkontribusi bagi pembangunan daerah.