Pengakuan Seniman di Blora: Keyboard Disenggol Orang Mabuk, Berujung Dikeroyok

Reporter : Redaksi
Seniman Blora dikeroyok. (Tangkapan layar video amatir)

Blora, MEMANGGIL.CO - Fakta baru mulai terungkap dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang pemain keyboard orgen tunggal di Dukuh Sukorame, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Asyik Nurdiansyah selaku korban akhirnya buka suara. Musisi asal Dukuh Karanglegi, Desa Patalan, Kecamatan Blora itu mengaku peristiwa yang membuat dirinya babak belur bermula dari hal sepele: sebuah keyboard yang nyaris terjatuh akibat tersenggol penonton yang diduga dalam kondisi mabuk.

Baca juga: Pengedar Obat Keras Dibekuk Polisi di Tengah Kota Blora, Ribuan Pil Disita dari Balik Jok Motor

Dengan suara yang masih terdengar lelah, korban menceritakan kejadian yang dialaminya pada Jumat (12/6/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

"Nggih, kulo korban itu. Kejadian tadi malam sekitar jam 11 kurang. Dari awal kejadian itu keyboard saya kesenggol orang mabuk habis nyumbang lagu. Keyboard-nya hampir jatuh sampai miring," tuturnya kepada Memanggil.co, Sabtu (13/6/2026).

Sebagai pemain musik, refleks pertama yang dilakukannya bukanlah marah atau melawan. Ia mengaku hanya mengingatkan agar orang tersebut lebih berhati-hati.

"Langsung saya bilangin, maksudnya tak suruh hati-hati. Orangnya bilang nggak apa-apa," ujarnya.

Namun, situasi yang semula tampak bisa diselesaikan secara baik-baik justru berubah menjadi ricuh.

Menurut pengakuan korban, setelah insiden itu terjadi, pemilik rumah yang sedang mempunyai hajat naik ke atas panggung. Setelah itu, suasana semakin tidak terkendali hingga berujung pada aksi pengeroyokan yang videonya kini viral di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu utama sehingga persoalan senggolan keyboard dapat berkembang menjadi aksi pengeroyokan. 

Baca juga: Pemkab Blora Hibahkan 8,7 Hektare Lahan untuk Kampus UNY

Yang jelas, video berdurasi singkat yang beredar luas memperlihatkan puluhan orang berdesakan naik ke atas panggung. Korban tampak menjadi sasaran pukulan dari sejumlah orang di tengah kerumunan.

Kasus ini memunculkan sorotan terhadap sistem pengamanan dalam penyelenggaraan hiburan masyarakat. Sebab, hingga kini belum diketahui apakah kegiatan tersebut telah dilengkapi pengamanan memadai maupun izin sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto sebelumnya menyatakan akan mengecek informasi tersebut.

"Coba saya cek mas," ujarnya singkat.

Baca juga: Respons SSB Soal Kasus Kriminal Pengeroyokan Seniman Blora

Wakapolres Blora Kompol Slamet Riyanto juga mengaku telah menerima informasi terkait kejadian tersebut.

"Siap mas, terima kasih infonya," katanya.

Awak media ini masih menunggu kepastian terkait perkembangan penanganan perkara ini. Apakah pelaku pengeroyokan telah teridentifikasi? Berapa jumlah orang yang terlibat? Dan apakah akan ada pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait dalam penyelenggaraan acara tersebut?

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru