Blora, MEMANGGIL.CO - Sejumlah proyek yang bersumber dari Dana Kelurahan (Dakel) di wilayah Kecamatan Cepu mulai memasuki tahapan pengadaan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Blora. Paket-paket yang diumumkan didominasi pekerjaan peningkatan infrastruktur lingkungan, mulai dari pembangunan drainase, pavingisasi jalan lingkungan hingga jasa konsultansi pengawasan.
Berdasarkan data yang ditampilkan pada Selasa (28/7/2026) di laman SPSE Kabupaten Blora, terdapat sejumlah paket pengadaan langsung yang telah diumumkan. Pada kelompok jasa konsultansi, pemerintah mengadakan paket pengawasan pembangunan drainase dan pavingisasi di sejumlah titik, antara lain pengawasan pavingisasi halaman Eco Farm (eks Bengkok Kelurahan Cepu), pengawasan pembangunan drainase RW 02 Kelurahan Cepu, pengawasan pavingisasi Jalan RW 07 Kelurahan Cepu, serta pengawasan pembangunan drainase RT 03 RW 08 Kelurahan Ngelo.
Sementara itu pada kelompok pekerjaan konstruksi, paket yang diumumkan meliputi pembangunan drainase RW 02 Kelurahan Cepu dengan nilai HPS sekitar Rp135,5 juta, pembangunan drainase RT 03 RW 08 Kelurahan Ngelo sekitar Rp135,5 juta, pavingisasi halaman Eco Farm sekitar Rp89,8 juta, serta pavingisasi Jalan RW 07 Kelurahan Cepu sekitar Rp181,1 juta. Selain itu juga terdapat paket rehabilitasi gedung dan paviliun Puskesmas dengan nilai HPS sekitar Rp378 juta sebagaimana tercantum dalam daftar pengadaan pada SPSE.
Munculnya paket-paket tersebut menandai dimulainya tahapan pelaksanaan program pembangunan yang dibiayai melalui Dana Kelurahan. Pemerintah Kabupaten Blora sendiri pada Tahun Anggaran 2026 mengalokasikan Dana Kelurahan sebesar Rp14,4 miliar untuk 24 kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan. Penggunaan anggaran difokuskan pada pembangunan sarana-prasarana kelurahan serta pemberdayaan masyarakat. Kecamatan Cepu menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kelurahan terbanyak di Kabupaten Blora sehingga memperoleh porsi pelaksanaan program yang cukup signifikan.
Pembangunan drainase menjadi salah satu pekerjaan yang dinilai penting mengingat wilayah Cepu beberapa kali mengalami persoalan genangan dan banjir ketika intensitas hujan tinggi. Pemerintah Kabupaten Blora sebelumnya juga menyatakan perlunya penanganan infrastruktur pengendali banjir sebagai solusi jangka panjang, termasuk normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas drainase di kawasan perkotaan Cepu.
Selain drainase, pekerjaan pavingisasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas akses jalan lingkungan sekaligus memperbaiki kenyamanan mobilitas warga. Infrastruktur lingkungan menjadi salah satu sektor yang rutin memperoleh dukungan melalui Dana Kelurahan karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat di tingkat RW maupun RT.
Meski paket pekerjaan telah diumumkan melalui SPSE, seluruh proses tetap harus mengikuti tahapan pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku. Mulai dari proses pemilihan penyedia, pelaksanaan kontrak, pengawasan teknis hingga serah terima hasil pekerjaan. Kehadiran paket pengawasan pada setiap pekerjaan juga dimaksudkan untuk memastikan pelaksanaan konstruksi sesuai spesifikasi teknis, mutu, volume pekerjaan, dan jadwal yang telah ditetapkan.
Transparansi proses pengadaan melalui SPSE memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi penggunaan Dana Kelurahan. Pengawasan publik dinilai penting agar pelaksanaan pembangunan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tepat sasaran, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kelurahan Cepu dan sekitarnya.
Dengan dimulainya tahapan pengadaan ini, masyarakat berharap seluruh proyek Dana Kelurahan dapat berjalan tepat waktu, selesai sesuai target, serta mampu menjawab kebutuhan dasar warga, terutama pada sektor infrastruktur lingkungan yang selama ini menjadi prioritas pembangunan di kawasan perkotaan Cepu.