Blora, MEMANGGIL.CO - inamika tender proyek infrastruktur di Kabupaten Blora kembali menyisakan catatan. Pada paket Peningkatan Jalan Pelem–Purworejo–Bangsri Kecamatan Blora/Jepon, persaingan yang semula diikuti puluhan perusahaan akhirnya mengerucut menjadi hanya satu penyedia yang lolos hingga penetapan pemenang.
Data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menunjukkan sebanyak 20 perusahaan mendaftar sebagai peserta tender proyek senilai Rp412.790.000 tersebut. Namun, hanya empat perusahaan yang memasukkan penawaran harga.
Empat perusahaan itu yakni CV Ghani Jaya, CV Alam Raya, Kartini Mustika, dan Karya Tanjung Mandiri Sejahtera.
CV Alam Raya menjadi peserta dengan penawaran terendah sebesar Rp361.577.582,35, disusul Karya Tanjung Mandiri Sejahtera sebesar Rp361.657.841,81, Kartini Mustika sebesar Rp388.800.287,86, dan CV Ghani Jaya sebesar Rp402.368.715,19.
Namun hasil evaluasi Pokja menunjukkan ketiga perusahaan dengan penawaran lebih rendah tidak melanjutkan proses hingga akhir. Dalam keterangan pada SPSE, ketiganya dinyatakan gugur karena tidak menghadiri undangan klarifikasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga.
Dengan gugurnya tiga peserta tersebut, CV Ghani Jaya menjadi satu-satunya perusahaan yang memenuhi seluruh tahapan evaluasi. Perusahaan beralamat di Desa Bogorejo, Kecamatan Blora itu kemudian ditetapkan sebagai pemenang dengan harga penawaran terkoreksi Rp402.368.715,19, sebelum dinegosiasikan menjadi Rp401.813.715,19.
Tender tersebut berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp411.893.650,18 dan dibiayai melalui APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan dokumen pengadaan, pekerjaan meliputi pembangunan jalan paving pada ruas Pelem–Purworejo–Bangsri sepanjang 388,5 meter dengan lebar 3,36 meter.
Fenomena ini menambah daftar paket pekerjaan konstruksi di Blora yang pada akhirnya hanya menyisakan satu peserta hingga penetapan pemenang. Meski jumlah perusahaan yang mendaftar relatif banyak, persaingan pada tahap akhir kerap mengecil karena sebagian peserta tidak mengajukan penawaran atau gugur dalam proses evaluasi.
Secara aturan, kondisi tersebut tetap dimungkinkan selama proses evaluasi dilakukan sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Namun, dari sisi kompetisi, kondisi ini membuat proses lelang pada tahap akhir berjalan dengan persaingan yang sangat terbatas.
Proyek peningkatan jalan ini diharapkan dapat memperbaiki akses transportasi masyarakat di wilayah Pelem, Purworejo hingga Bangsri serta mendukung konektivitas antarwilayah di Kecamatan Blora dan Jepon.
Namun, pola persaingan tender yang kembali mengerucut hingga hanya menyisakan satu peserta lolos diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik dalam pelaksanaan pengadaan proyek-proyek pemerintah daerah.