Respons SSB Soal Kasus Kriminal Pengeroyokan Seniman Blora

Reporter : Redaksi
Seniman Blora dikeroyok di atas panggung hiburan. (Tangkapan layar video amatir)

Blora, MEMANGGIL.CO - Ketua Sedulur Seniman Blora (SSB), Budi Santosa, akhirnya angkat bicara menyikapi kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa musisi orgen tunggal, Asyik Nurdiansyah, di Dukuh Sukorame, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi setelah sebelumnya muncul pertanyaan mengenai kemungkinan adanya laporan terpisah dari komunitas seniman atas kasus yang kini telah dilaporkan korban ke Polsek Tunjungan.

Baca juga: Polres Blora Gelar Turnamen Mobile Legends Antar Pelajar, Pendaftaran Gratis dengan Hadiah Rp4 Juta

Budi memastikan bahwa pihaknya telah menemui korban secara langsung dan memilih menunggu proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

"Korban sudah saya temui dan kita menunggu proses selanjutnya," ujar Budi Santosa kepada Memanggil.co, Sabtu (13/6/2026).

Saat disinggung apakah Sedulur Seniman Blora akan membuat laporan tersendiri untuk mewakili komunitas seniman, Budi belum memberikan kepastian.

Menurutnya, saat ini fokus utama adalah mengawal pemeriksaan korban yang tengah berlangsung di Polsek Tunjungan.

"Sekarang korban baru diperiksa dan dimintai keterangan Polsek. Kita nunggu bagaimana kelanjutannya," katanya.

Budi juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi internal dengan para ketua komunitas seniman di Kabupaten Blora untuk menentukan langkah bersama.

Keputusan apakah SSB akan mengambil sikap resmi, termasuk kemungkinan pendampingan hukum atau langkah organisasi lainnya, akan dibahas dalam forum tersebut.

"Secepatnya juga kita akan koordinasi dengan semua ketua komunitas masing-masing," ungkapnya.

Ketika kembali ditanya apakah sudah ada rencana konkret dari SSB terkait tindak lanjut kasus tersebut, Budi meminta semua pihak bersabar menunggu hasil musyawarah internal.

Baca juga: Pengedar Obat Keras Dibekuk Polisi di Tengah Kota Blora, Ribuan Pil Disita dari Balik Jok Motor

Ia menyebut banyak anggota komunitas yang masih memiliki pekerjaan sehingga diperlukan waktu untuk mengumpulkan seluruh pengurus.

"Karena ini masih banyak yang masih menerima job," ujarnya.

"Tunggu pertemuan pengurus dan ketua masing-masing komunitas," tambahnya.

Pernyataan Budi menunjukkan bahwa kasus yang menimpa Asyik tidak hanya menjadi persoalan pribadi korban, melainkan mulai mendapat perhatian serius dari komunitas seniman di Kabupaten Blora.

Sebelumnya, Asyik Nurdiansyah mengaku mengalami luka memar di bagian wajah, hidung mengeluarkan darah, serta luka di bagian kepala akibat insiden yang terjadi saat mengisi hiburan orgen tunggal dalam acara tasyakuran ulang tahun anak milik Joni di Desa Tutup.

Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Tunjungan dan menjalani visum. Ia berharap aparat kepolisian dapat memproses kasus itu secara serius agar para pelaku mendapatkan efek jera.

Baca juga: Pemkab Blora Hibahkan 8,7 Hektare Lahan untuk Kampus UNY

Di sisi lain, laporan internal kepolisian menyebut sempat terjadi mediasi di lokasi oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Namun, korban tetap memilih menempuh jalur hukum dengan membuat pengaduan resmi.

Kini, selain menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian, publik juga menanti langkah konkret Sedulur Seniman Blora. Apakah organisasi tersebut akan berdiri penuh di belakang anggotanya melalui pendampingan hukum, atau cukup menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang sedang berjalan.

Yang jelas, kasus ini telah menjadi alarm bagi para pekerja seni di Blora bahwa keamanan dalam menjalankan profesi di atas panggung menjadi hal yang tak bisa lagi dianggap sepele.

Sebab, panggung hiburan semestinya menjadi ruang ekspresi dan hiburan masyarakat, bukan berubah menjadi arena kekerasan yang meninggalkan luka bagi para pelakunya.

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru