Surabaya, MEMANGGIL.CO — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 Surabaya telah memasuki tahap akhir.
Pemerintah pusat kembali melakukan pengecekan fisik menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak pada 31 Juli mendatang.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari meninjau langsung lokasi, Senin (28/7) sore.
“Hampir semua fasilitas sudah selesai. Yang belum peralatan laboratorium. Tapi minggu ini akan masuk. Sehingga pas MPLS semuanya sudah lengkap,” ujar Qodari.
Fasilitas yang sudah siap meliputi asrama dengan tempat tidur dan lemari, peralatan belajar mengajar, serta sarana olahraga berupa lapangan basket dan mini soccer.
Qodari menjelaskan, SR dirancang khusus untuk anak dari keluarga kurang mampu yang masuk desil 1 dan desil 2.
"Sekolah ini diharapkan menjadi jalan perubahan nasib dan pengangkatan harkat keluarga prasejahtera," kata Qodari.
Pada tahap awal, manajemen sekolah masih terpadu untuk tiga jenjang, yakni SD, SMP, dan SMA. Ke depan tiap jenjang akan memiliki kepala sekolah masing-masing.
Total siswa yang terdaftar sebanyak 370 anak. Terdiri dari 100 siswa lama dari Sekolah Rakyat Rintisan dan 270 siswa baru khusus wilayah Surabaya.
Jawa Timur menjadi provinsi dengan alokasi SR terbanyak. Ada 18 titik SR permanen dan 26 titik SR rintisan. Surabaya merupakan titik permanen kedua yang ditinjau setelah Banyuwangi.
“Fasilitas ini luar biasa. Kualifikasinya setara sekolah swasta berbiaya mahal, namun ini untuk masyarakat kurang beruntung agar punya kesempatan sama untuk maju lewat pendidikan,” terangnya.