Blora, MEMANGGIL.CO - Kesuksesan Desa Sumurboto hingga masuk nominasi Kampung Bebas dari Narkoba (KBDN) tingkat Jawa Tengah ternyata tidak diraih dengan mudah. Kepala Desa Sumurboto, Suprapti, mengaku harus menghadapi berbagai tantangan selama menjalankan program tersebut.
Menurut Suprapti, komitmen pemerintah desa untuk memerangi narkoba sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2023. Program tersebut bahkan terus mendapatkan dukungan anggaran hingga tahun 2026.
Baca juga: KBDN Sumurboto Blora Masuk 4 Besar Jateng, Berpeluang Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
“Mulai tahun 2023 sudah kami anggarkan sampai 2026 ini,” ujarnya pada Memanggil.co, ketika didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas di KDBN Desa Sumurboto, Rabu (17/6/2026).
Meski demikian, perjalanan membangun kesadaran masyarakat tidak selalu berjalan mulus.
Baca juga: Pernah Tersandung Kasus Narkoba, Sumurboto Blora Kini Jadi Garda Terdepan Pencegahan
Ia mengaku sempat menghadapi penolakan bahkan dimusuhi sebagian kalangan pemuda ketika mulai gencar menyuarakan bahaya narkoba.
“Tantangannya aku lawan dengan pemuda-pemuda. Tantanganku ya dimusuhi pemuda,” ungkapnya.
Baca juga: Sumurboto Blora Terapkan Sistem Deteksi Dini Narkoba, Setiap RW Jadi Mata dan Telinga Desa
Namun kondisi tersebut tidak membuatnya mundur. Justru pengalaman itu menjadi motivasi untuk terus melakukan pendekatan secara persuasif kepada generasi muda agar memahami dampak buruk penyalahgunaan narkoba terhadap masa depan mereka.
Bagi Suprapti, melindungi generasi muda dari narkoba merupakan investasi jangka panjang yang nilainya jauh lebih besar dibanding berbagai program pembangunan fisik lainnya.
Editor : Redaksi