Surabaya, MEMANGGIL.CO – Banjir kembali merendam sejumlah kawasan di Surabaya selama dua hari berturut-turut, Senin hingga Selasa (22-23/6/2026). Di tengah genangan yang masih mengganggu aktivitas warga, Pemerintah Kota Surabaya memilih tetap melanjutkan proyek normalisasi saluran dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang saat ini berlangsung di berbagai titik.
Sebanyak 31 armada mobil penyedot air dikerahkan untuk mempercepat penanganan genangan. Armada gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu disebar ke sejumlah lokasi terdampak guna mempercepat surutnya air dan membantu mobilitas warga.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan banjir yang terjadi merupakan dampak kombinasi curah hujan tinggi, pasang air laut, serta pekerjaan normalisasi drainase yang sedang berjalan. Menurutnya, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit antara menghentikan proyek sementara atau tetap melanjutkannya demi manfaat jangka panjang.
"Dalam situasi seperti ini, kami dihadapkan pada dua pilihan, menghentikan proyek atau tetap melanjutkan untuk kepentingan jangka panjang. Kami memilih tetap berjalan, sambil memaksimalkan penanganan di lapangan," kata Eri, Selasa (23/6/2026).
Saat ini Pemkot Surabaya tengah mengerjakan sejumlah proyek pengendalian banjir, mulai pengerukan saluran, pemasangan box culvert hingga pembenahan rumah pompa di sejumlah kawasan seperti Jalan Ahmad Yani, Tanjungsari, Simo, MERR, Dinoyo dan Rungkut. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sebelum puncak musim hujan pada November hingga Desember 2026.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat sedikitnya 16 titik banjir tersebar di berbagai wilayah dengan ketinggian air berkisar 20 hingga 60 sentimeter. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain Jalan Wisma Tengger, Nginden Intan Timur, Karangan Wonokromo, Simo Kalangan, Manyar Rejo, Imam Bonjol, Tanjungsari, Raya Pandugo, Graha Famili Selatan hingga Bratang Binangun.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya Linda Novanti mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu oleh berbagai perangkat daerah. Tim gabungan diterjunkan untuk melakukan penyedotan air, pengaturan lalu lintas, hingga membantu warga di lokasi terdampak.
"Penanganan bencana hidrometeorologi banjir hari ini dilakukan di sebanyak 16 titik. Petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan meliputi unsur DPKP, DSDABM, DLH, Satpol PP hingga Dishub," ujarnya.
Selain mengandalkan rumah pompa, Pemkot juga mengoptimalkan fungsi boezem dan sejumlah lahan sebagai tampungan sementara guna menekan beban saluran utama saat debit air meningkat. Namun, banjir yang kembali terjadi dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa proses transisi pembangunan infrastruktur pengendali banjir masih menyisakan tantangan besar bagi kota tersebut.
Eri Cahyadi pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang ditimbulkan. Ia memastikan seluruh perangkat daerah tetap disiagakan hingga genangan di berbagai titik dapat tertangani sepenuhnya.
"Saya mohon maaf kepada warga Surabaya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami bekerja maksimal di lapangan," katanya.
Editor : B. Wibowo