Surabaya, MEMANGGIL.CO – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur mendorong perguruan tinggi bertransformasi.
Kampus tidak cukup mencetak lulusan, tapi harus menjadi agen perubahan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi dan Anugerah Kampus Unggul 2026 di Surabaya.
Prof. Dyah menyebut salah satu program unggulan LLDIKTI VII adalah "Kakak Tangguh". Program ini dirancang sebagai strategi membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Kami berharap Rakerpim dengan tema Peranan Strategis Indikator Kinerja Utama untuk Kampus Berdampak betul-betul nyata melalui program-program unggulan yang diberikan LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Salah satu yang menjadi kekuatan kami dan sudah kami presentasikan ke pusat adalah Kakak Tangguh," kata Prof. Dyah.
Menurutnya, "Kakak Tangguh" menguatkan peran kampus lewat pemetaan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Dengan begitu kampus tidak hanya jadi tempat pendidikan, tapi juga motor penggerak pembangunan daerah.
"Kakak Tangguh adalah pondasi kuat untuk menghasilkan SDM unggul Indonesia Emas yang membersamai masyarakat secara langsung dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.
Untuk eksekusi, LLDIKTI VII membagi Jawa Timur ke dalam empat kawasan, yakni Pantura, Arek, Mataraman, dan Pesisir.
Pembagian ini agar tiap perguruan tinggi menjalankan program sesuai karakter dan kebutuhan lokal.
Prof. Dyah juga menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi. Ia menilai itu harus dijawab lewat peningkatan relevansi pendidikan dengan dunia kerja.
"Dengan program-program unggulan yang dijalankan, kami berharap masyarakat Jawa Timur dapat terserap dalam pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya," terangnya.
Ia menegaskan indikator keberhasilan kampus bukan hanya jumlah lulusan, tapi juga kesiapan kerja, kemampuan menciptakan lapangan kerja, serta kontribusi nyata ke masyarakat.
Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemendikti Saintek, Prof. Dr. Eng. Sandro Mihradi mendukung target Jatim meningkatkan jumlah prodi dan kampus berakreditasi unggul hingga dua kali lipat.
"Ini menjadi salah satu komitmen yang kami dukung dan mudah-mudahan menjadi komitmen bersama seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur," jelasnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menilai pendidikan adalah instrumen memutus rantai kemiskinan.
Pemprov Jatim menyiapkan sekitar 62 ribu beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa pada 2026 untuk memperluas akses.
"Pendidikan adalah salah satu jalan paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika perguruan tinggi semakin berkualitas dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, maka dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat," ungkapnya.
Khofifah berharap sinergi pemerintah, LLDIKTI, dan perguruan tinggi semakin kuat demi menyiapkan SDM berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Editor : B. Wibowo