Surabaya, MEMANGGIL.CO - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Sumiati, dipercaya menjadi pembicara dalam Guest Lecture di Walailak University International College, Thailand, Jumat (10/7/2026).
Dalam kuliah tamu bertajuk Macroeconomics: Income Inequality and Poverty, Dr. Sumiati mengulas tantangan yang dihadapi negara-negara berkembang dalam mengatasi ketimpangan pendapatan dan kemiskinan di tengah pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga dari pemerataan hasil pembangunan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi tanpa distribusi yang adil hanya akan melahirkan ilusi kesejahteraan," tegasnya.
Dalam paparannya, Dr. Sumiati menjelaskan bahwa Indonesia telah mencatat penurunan angka kemiskinan. Namun, tantangan besar masih dihadapi dalam pemerataan pendapatan dan pembangunan antarwilayah, terutama antara Pulau Jawa dan kawasan Indonesia Timur.
Ia menilai kesejahteraan masyarakat harus diukur secara komprehensif, mencakup akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, hingga kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak.
"Tantangan terbesar bukan hanya menekan kemiskinan ekstrem, tetapi juga memperkuat ketahanan kelas menengah agar mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global," ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dr. Sumiati menawarkan tiga langkah strategis, yakni memperkuat sistem perlindungan sosial yang adaptif, mendorong pengembangan industri di luar pusat-pusat ekonomi, serta memperkuat keterkaitan (link and match) antara perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
Usai menyampaikan kuliah tamu, Dr. Sumiati meninjau mahasiswa Untag Surabaya yang sedang menjalani program internship di Walailak University. Dalam kesempatan itu, para mahasiswa juga berbagi pengalaman belajar dan magang di kampus internasional melalui siaran langsung TikTok Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Untag Surabaya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertemuan bersama Dekan, Wakil Dekan, dan jajaran dosen Fakultas Kedokteran Walailak University. Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama di bidang akademik, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi penelitian.
"Masa depan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat ekonomi bertumbuh, tetapi juga oleh seberapa luas manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," pungkas Dr. Sumiati.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Untag Surabaya dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global.
Editor : Redaksi