Surabaya, MEMANGGIL.CO – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Jalan Susuit Tubun, Kepatihan, Banyuwangi, Jumat (10/07/2026).

Gubernur Khofifah memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep baru pasar tersebut. Ia menilai Pasar Induk Banyuwangi berpotensi menjadi rujukan nasional untuk model pasar induk yang bersih, rapi, dan berkelanjutan.

"Kami bersama Bu Bupati Banyuwangi mendampingi Bapak Wapres meninjau revitalisasi pasar Induk Banyuwangi. Konsepnya bagus sekali. Pasarnya yang bersih dan rapi, akan membuat pembeli maupun penjual nyaman. Saya rasa layak dijadikan rujukan nasional," kata Khofifah usai peninjauan.

Pasar Induk Banyuwangi berdiri di atas lahan 10.600 m2 dengan luas bangunan 15.873 m2. Pasar 2 lantai ini memiliki daya tampung 798 unit, terdiri dari 397 kios, 356 los, dan 45 kios existing.

Area pasar dibagi menjadi beberapa zona: pangan, non pangan, pangan basah, pangan kering, pecah belah, dan kuliner. Penataan zona disebut Khofifah membuat pasar lebih tertata.

"Area pangan basah dan kering terpisah, pangan dan non pangan juga terpisah, lebih rapi dan bersih," ujarnya.

Revitalisasi tidak mengubah total wajah pasar karena bangunan ini merupakan heritage. Beberapa fasad lama tetap dipertahankan, namun diberi sentuhan modern agar tidak terkesan sekadar pasar tradisional.

Salah satu konsep ke depan, Pasar Induk Banyuwangi akan dikembangkan sebagai destinasi kuliner yang beroperasi 24 jam.

"Kalau di sini juga menjual kuliner khas Banyuwangi, ini bisa jadi destinasi wisata kuliner, jadi kalau ke Banyuwangi tidak hanya ke wisata alamnya yang sangat menarik tapi sekaligus wisata kulinernya," jelas Khofifah.

Sate Pak Rizki

Ia berharap pasar segera diresmikan agar dapat dimanfaatkan pedagang dan pembeli. 

"Semoga bisa segera diresmikan, bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat, ekonomi yang berputar juga lebih besar," harapnya.

Eva Alfiyanti (43), pedagang perabotan, mengaku senang melihat perubahan pasar pasca revitalisasi. Selama pembangunan, para pedagang berjualan di area penampungan pinggir pasar.

"Alhamdulillah sudah bisa dibangun dengan bagus, perbedaannya jauh sekali, cuma nunggu kapan masuknya. Sementara ini kan kita di penampungan itu jualannya," kata Eva.

Ia berharap perekonomian kembali normal setelah menempati kios dan los baru. 

"Mudah-mudahan bisa naik, perekonomian bisa kembali seperti semula karena terjadi penurunan sangat drastis semenjak pasar kita pindah," ungkapnya.