Di Era Disrupsi Digital, Dosen Untag Surabaya Tawarkan Solusi Ketahanan Generasi Muda Lewat Keluarga

Reporter : Saputra
Drs. Cuk Yuana, M.Hum., saat hadiri Eurasia Convention Busan 2026. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Di tengah tantangan disrupsi digital, pendidikan budaya dalam keluarga dinilai menjadi kunci ketahanan generasi muda. 

Hal itu disampaikan Drs. Cuk Yuana, M.Hum., dosen Sastra Jepang FIB Untag Surabaya, dalam Eurasia Convention Busan 2026.

Berlangsung di Lotte Hotel Busan, 3–4 Agustus 2026, convention bertema “The Role of Education in the Age of Chaos – Hope for a New Era” ini, mempertemukan 600 lebih akademisi dari berbagai negara.

Cuk Yuana hadir mempresentasikan riset kolaborasi Untag Surabaya dan Royal University of Phnom Penh. 

Riset itu menekankan bahwa pendidikan budaya yang dimulai dari rumah tangga dapat menjadi benteng bagi generasi muda menghadapi perubahan cepat akibat teknologi.

Keikutsertaannya bermula dari hibah Eurasia Foundation Japan untuk program Eurasia International Lecturer di Untag Surabaya. Setelah program dua minggu itu berjalan, ia diundang menjadi pembicara di Busan.

Selain presentasi, ia juga menjajaki kerja sama lanjutan dengan menyerahkan MoU kepada pihak Royal University of Phnom Penh.

“Saya bangga bisa membawa nama Untag Surabaya agar semakin dikenal universitas luar negeri,” kata Cuk Yuana, Minggu (16/08/2026). 

Jejaring yang terbangun disebutnya berpotensi ditindaklanjuti dalam bentuk kolaborasi penelitian, PKM/KKN luar negeri, lecture exchange, student exchange, hingga peninjauan kurikulum.

"Ke depan, kita menargetkan Untag Surabaya kembali mendapatkan hibah yang sama untuk menyelenggarakan Eurasia International Lecture pada 2027," pungkasnya. 

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru