Pekalongan, MEMANGGIL.CO - Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman atau yang akrab disapa Gus Arief, kembali menunjukkan kedekatannya dengan kegiatan keagamaan dan tradisi bersholawat. Menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Gus Arief menghadiri rutinan Majelis Az-Zahir Pekalongan bersama sejumlah tokoh agama dan jajaran kepolisian.
Kehadiran Gus Arief tersebut terlihat dalam unggahan media sosial pribadinya, Jumat (21/8/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati Blora tampak mengenakan busana muslim dan sarung bersama sejumlah habaib, ustaz, serta Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengikuti lantunan sholawat. Bagi Gus Arief, kegiatan keagamaan seperti rutinan Majelis Az-Zahir juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dengan para ulama, habaib dan tokoh masyarakat.
Dalam keterangannya, Gus Arief mengajak masyarakat memperbanyak sholawat pada bulan yang dimuliakan tersebut. Ia berharap kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Mari kita perbanyak sholawat,” tulis Gus Arief dalam unggahannya.
Ia kemudian mengutip bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan sekaligus doa agar seluruh masyarakat mendapatkan syafaat Rasulullah. Unggahan tersebut ditutup dengan doa dan harapan agar momentum bulan kelahiran Nabi membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaat Rasulullah SAW,” tulisnya.
Bagi seorang kepala daerah, kehadiran dalam kegiatan keagamaan tersebut juga memiliki makna sosial yang cukup kuat. Gus Arief tidak hanya hadir dalam agenda pemerintahan, tetapi turut membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat melalui ruang-ruang keagamaan.
Majelis Az-Zahir sendiri dikenal sebagai salah satu majelis yang aktif menggelar kegiatan pembacaan sholawat dan majelis taklim. Aktivitas rutin majelis tersebut juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah untuk bersama-sama melantunkan sholawat Nabi.
Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Gus Arief juga tercatat menghadiri kegiatan Majelis Az-Zahir. Salah satunya ketika ia mengikuti rutinan Majelis Az-Zahir bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, yang menunjukkan bahwa hubungan silaturahmi tersebut bukan kali pertama dilakukan.
Kehadiran Gus Arief dalam kegiatan tersebut berlangsung di tengah persiapan menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bagi masyarakat Muslim, momentum Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah sekaligus memperkuat kecintaan kepada beliau.
Pesan yang dibawa Gus Arief juga sederhana, tetapi memiliki makna luas. Ia mengajak masyarakat memperbanyak sholawat sebagai salah satu cara menghidupkan suasana religius sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, Gus Arief turut menyampaikan doa khusus bagi Kabupaten Blora. Dalam unggahan lain yang juga berkaitan dengan kegiatan tersebut, ia memanjatkan permohonan agar Kabupaten Blora senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan.
Doa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas keagamaan yang diikuti Gus Arief tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pribadi. Sebagai kepala daerah, ia juga membawa harapan agar masyarakat dan wilayah yang dipimpinnya selalu berada dalam kondisi aman serta mendapatkan keberkahan.
Kehadiran bersama para habaib juga memperlihatkan pentingnya hubungan antara pemerintah daerah dan tokoh agama. Silaturahmi semacam ini menjadi salah satu cara membangun komunikasi sosial yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dalam foto yang dibagikan, Gus Arief terlihat berdiri bersama Habib Bidin Segaf Assegaf, Habib Moey Baragbah, Habib Alwi Mohammad, Ustadz Kelik GP serta Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono. Kebersamaan tersebut memperlihatkan suasana hangat dalam kegiatan keagamaan yang diikuti sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang.
Bagi Gus Arief, membangun daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan program pemerintahan. Kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif.
Baca juga: HUT ke-81 RI di Blora Tak Hanya Dirayakan dengan Upacara, Gus Arief Ajak Warga Peduli Korban Bencana
Terlebih Blora merupakan daerah yang memiliki tradisi pesantren, majelis taklim dan kegiatan keagamaan yang cukup kuat. Ruang-ruang silaturahmi antara pemerintah, ulama dan masyarakat menjadi salah satu modal sosial dalam menjaga kebersamaan.
Momentum Maulid Nabi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai tersebut. Semangat keteladanan Rasulullah dapat diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Gus Arief memilih menyampaikan pesan tersebut melalui ajakan yang dekat dengan tradisi masyarakat Nahdliyin dan umat Islam secara luas, yakni memperbanyak sholawat. Pesan itu sekaligus menjadi pengingat agar kesibukan kehidupan sehari-hari tidak membuat masyarakat melupakan ruang spiritual.
“Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad,” tulis Gus Arief dalam unggahannya.
Doa dan sholawat tersebut menjadi bagian dari suasana menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bagi masyarakat, kegiatan seperti ini bukan hanya menghadirkan lantunan sholawat, tetapi juga mempertemukan banyak orang dalam suasana penuh kebersamaan.
Kehadiran kepala daerah dalam kegiatan keagamaan juga dapat menjadi sarana menyampaikan pesan moral secara lebih informal. Tidak melalui podium pemerintahan, pesan tersebut disampaikan dalam suasana majelis bersama para ulama dan masyarakat.
Gus Arief juga tampak menjaga tradisi berpakaian khas dalam kegiatan tersebut dengan mengenakan sarung dan busana muslim. Penampilan itu memperkuat nuansa tradisional sekaligus religius yang melekat dalam kegiatan majelis sholawat.
Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas Gus Arief menghadiri kegiatan keagamaan bersama para habaib dan ulama juga terlihat melalui sejumlah unggahan. Pada Juli 2026, misalnya, ia membagikan momen silaturahmi dan rutinan Majelis Az-Zahir bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf.
Kehadiran berulang tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi dengan tokoh agama menjadi bagian dari aktivitas sosial Gus Arief. Silaturahmi tidak hanya dilakukan dalam agenda formal pemerintahan, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Baca juga: Janji Anggota DPR RI Kawal IJD 2026 untuk Blora, 10 Ruas Jalan Diusulkan ke Pemerintah Pusat
Di sisi lain, doa untuk Blora yang disampaikan Gus Arief memberikan pesan tersendiri. Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, ia berharap ikhtiar pemerintah bersama masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan keberkahan.
“Untuk Kabupaten Blora,” demikian inti doa yang disampaikannya dalam unggahan tersebut. Doa itu menjadi bagian dari harapan agar masyarakat Blora selalu diberikan keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi keagamaan dapat menjadi ruang memperkuat persaudaraan. Pemerintah, ulama, aparat keamanan dan masyarakat dapat bertemu dalam satu suasana tanpa sekat formalitas.
Bagi Gus Arief, memperbanyak sholawat bukan hanya bagian dari peringatan kelahiran Nabi. Tradisi tersebut juga dapat menjadi sarana menumbuhkan ketenangan, mempererat silaturahmi dan menguatkan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Menjelang rangkaian kegiatan Maulid Nabi yang biasanya semakin ramai di berbagai daerah, ajakan tersebut menjadi relevan. Masyarakat diharapkan dapat mengisi momentum tersebut dengan kegiatan positif sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Gus Arief sendiri berharap keberkahan bulan kelahiran Nabi dapat dirasakan masyarakat luas. Tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Pada akhirnya, kehadiran Bupati Blora dalam rutinan Majelis Az-Zahir Pekalongan menjadi lebih dari sekadar agenda menghadiri pengajian. Ada pesan tentang pentingnya menjaga silaturahmi, memperkuat hubungan dengan ulama dan habaib, serta menghidupkan tradisi sholawat di tengah masyarakat.
Dari majelis tersebut, Gus Arief membawa pesan sederhana untuk masyarakat Blora dan seluruh umat Islam: memperbanyak sholawat, menjaga persaudaraan dan terus memanjatkan doa untuk keselamatan serta keberkahan daerah. Di tengah kesibukan pemerintahan dan pembangunan, ruang spiritual tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pemimpin bersama masyarakatnya.
Editor : Redaksi