Jombang, MEMANGGIL.CO - Dugaan pemukulan terhadap seorang pengurus Nahdlatul Ulama (NU) yang hadir dalam Muktamar ke-35 NU dipastikan terjadi di luar kawasan penyelenggaraan muktamar. Peristiwa tersebut disebut berlangsung di salah satu hotel di Jalan Kepatihan, Kabupaten Jombang.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan informasi tersebut diperoleh setelah pihaknya berkoordinasi dan mendapatkan konfirmasi dari kepolisian.
Baca juga: Korban Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Jadi 259 Orang, 3 Masih Dirawat
Dengan demikian, ia menegaskan dugaan kekerasan tersebut tidak berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas maupun di lokasi penginapan peserta yang berada dalam tanggung jawab panitia lokal.
“Saya sudah dapat konfirmasi yang lengkap bahwasanya pemukulan terjadi di salah satu hotel di Jalan Kepatihan, bukan wilayah daerah yang di situ dalam jangkauan panitia lokal,” kata KH Abdurrozaq, Minggu (30/8/2026).
Ia mengatakan panitia tidak mengetahui secara langsung kejadian tersebut karena lokasi yang disebut menjadi tempat terjadinya dugaan pemukulan berada di luar kawasan yang dikelola panitia Muktamar ke-35 NU.
“Panitia tidak mengetahui sama sekali karena terjadinya bukan di tower atau penginapan yang disiapkan panitia,” ujarnya.
KH Abdurrozaq menyebut korban merupakan salah satu pengurus NU dan kemungkinan tercatat sebagai delegasi resmi Muktamar ke-35 NU. Adapun pihak yang dilaporkan disebut berasal dari Kalimantan.
“Korban salah satu pengurus NU, ya otomatis mungkin dia juga sebagai delegasi resmi,” jelasnya.
Ia menyebut pihak yang dilaporkan bernama Alwan Saputra, yang disebut sebagai Ketua PWNU Kalimantan Utara. Namun, terkait kronologi lengkap dan motif dugaan kekerasan tersebut, KH Abdurrozaq mengatakan belum mengetahui secara pasti.
“Motifnya kami kurang tahu. Bisa jadi masalah pribadi atau mungkin masalah yang terkait dengan dinamika muktamar ini,” katanya.
Menurutnya, apabila perkara tersebut telah ditangani aparat kepolisian, seluruh pihak sebaiknya menyerahkan prosesnya kepada penegak hukum. Panitia lokal, kata dia, tidak ingin mencampuri proses hukum yang sedang berjalan.
“Kalau memang sudah di ranah kepolisian, ya ikuti proses yang berjalan,” tegasnya.
Panitia Tegaskan Muktamar Tetap Kondusif
KH Abdurrozaq sekaligus menepis anggapan bahwa dugaan pemukulan tersebut menggambarkan situasi keamanan di arena Muktamar ke-35 NU.
Baca juga: Polisi Telusuri Sumber Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang
Ia memastikan kegiatan yang berlangsung di kawasan Tambakberas tetap berjalan aman dan kondusif.
“Tidak ada tindakan sama sekali. Kami hanya meluruskan narasi yang tidak benar terkait dengan kejadian atau apa pun yang bisa berpotensi menjadi stigma negatif terhadap pelaksanaan muktamar di Tambakberas ini,” ujarnya.
Panitia Lokal juga membantah informasi mengenai adanya karantina terhadap peserta selama mengikuti Muktamar ke-35 NU.
Menurut KH Abdurrozaq, peserta ditempatkan di sejumlah tower yang telah disiapkan untuk kebutuhan akomodasi.
“Kalau panitia mengkarantina peserta itu tidak benar,” katanya.
Sebanyak sembilan tower disiapkan panitia lokal sebagai tempat penginapan peserta. Seluruh tower tersebut berada di kawasan Tambakberas, mulai Tower 1 hingga Tower 9.
“Kalau panitia lokal, kami yang ditunjuk, tower yang kita siapkan ada di Tambakberas. Semuanya di Tambakberas, mulai Tower 1 sampai Tower 9,” jelasnya.
Baca juga: 256 Siswa dan Guru SMPN 1 Kabuh Mengeluh Usai Santap MBG, SPPG Soroti Menu Udang
Dari keseluruhan peserta, sekitar 97,5 persen disebut telah terkonfirmasi melakukan registrasi. Mereka kemudian menempati tower yang disiapkan panitia selama mengikuti rangkaian muktamar.
“Semua peserta yang terkonfirmasi registrasi 97,5 persen dan semuanya bermalam di Tower 1 sampai Tower 9,” ungkapnya.
Ia kembali menegaskan kondisi keamanan di lokasi utama Muktamar ke-35 NU tidak terganggu oleh dugaan kejadian yang berlangsung di luar area tersebut.
“Aman, sangat kondusif sekali, enggak ada apa-apa,” tegas KH Abdurrozaq.
Sementara itu, rangkaian Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berakhir melalui agenda penutupan pada Senin (31/8/2026). Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB di GSB Tambakberas, Jombang.
Presiden RI Prabowo Subianto direncanakan hadir untuk menutup secara langsung rangkaian Muktamar ke-35 NU.
“Insyaallah penutupan muktamar tanggal 31 jam 10.00 pagi akan ditutup oleh Presiden Republik Indonesia,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Adirin