Jombang, MEMANGGIL.CO - Pemilihan anggota Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menghasilkan sembilan nama dengan perolehan suara tertinggi. KH Nurul Huda Djazuli menempati posisi teratas setelah mengantongi 485 suara, Minggu (30/8/2026).
Hasil tersebut tercantum dalam dokumen rekapitulasi nasional tabulasi suara calon AHWA yang dibagikan oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Ahmad Zaki Fuad atau Gus Zaki.
Baca juga: Dari Tambakberas, Merawat Khidmat, Menjaga Ukhuwah di Muktamar ke-35 NU
Rekapitulasi itu merupakan penggabungan hasil penghitungan dari enam bilik atau panel suara. Dari total 34 calon yang masuk dalam daftar, sembilan nama dengan perolehan suara tertinggi tercatat berstatus AHWA Terpilih.
Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.
KH Nurul Huda Djazuli Unggul
Dalam rekapitulasi tersebut, KH Nurul Huda Djazuli menjadi calon dengan suara terbanyak. Kiai yang tercatat dari Ploso itu memperoleh 485 suara atau 10,3 persen.
Posisi kedua ditempati TGK KH Nuruzzahri Yahya dengan 477 suara atau 10,1 persen. Selisih keduanya hanya delapan suara sehingga menjadi persaingan paling ketat di dua posisi teratas.
Selanjutnya, AG Dr KH Baharuddin HS, MA berada di peringkat ketiga dengan raihan 392 suara atau 8,3 persen.
KH Miftachul Akhyar menempati posisi keempat setelah memperoleh 350 suara atau 7,4 persen. Di bawahnya terdapat KH Afifuddin Muhajir dengan 339 suara atau 7,2 persen.
Sementara posisi keenam ditempati KH Anwar Iskandar dengan 326 suara atau 6,9 persen.
Dua nama berikutnya yakni KH Anwar Manshur dan Prof Dr KH Said Aqil Siroj. Keduanya masing-masing memperoleh 303 suara atau 6,4 persen dan 273 suara atau 5,8 persen.
Adapun posisi kesembilan ditempati Dr KH Abun Bunyamin, MA dengan perolehan 268 suara atau 5,7 persen.
Kesembilan nama tersebut dalam dokumen rekapitulasi diberi keterangan “AHWA Terpilih”.
Enam Bilik Kumpulkan 4.703 Suara
Dokumen yang dibagikan Gus Zaki juga mencatat keseluruhan suara yang masuk dari enam bilik mencapai 4.703 suara.
Baca juga: Gus Fahim Blora Respons Hasil Muktamar ke-35 NU, Titip Pesan untuk Rais Aam dan Ketum PBNU Terpilih
Bilik pertama menghasilkan 642 suara. Kemudian Bilik 2 mencatat 864 suara dan Bilik 3 sebanyak 855 suara.
Jumlah suara terbesar berasal dari Bilik 4 dengan 936 suara. Berikutnya Bilik 5 menghasilkan 718 suara, sedangkan Bilik 6 sebanyak 688 suara.
Jika dijumlahkan, seluruh suara dari enam bilik mencapai 4.703 suara atau 100 persen.
Dari 34 calon yang masuk dalam rekapitulasi, hanya sembilan nama dengan perolehan tertinggi yang dicantumkan dengan status AHWA Terpilih. Sementara 25 calon lainnya masih berstatus Diusulkan dalam dokumen tersebut.
Perolehan suara setelah sembilan besar
Setelah sembilan nama teratas, perolehan suara calon AHWA terlihat semakin menurun.
KH Muhammad Wildan Salman berada di posisi ke-10 dengan 250 suara atau 5,3 persen. Kemudian KH Abdullah Khabibi Mahrus memperoleh 213 suara atau 4,5 persen.
KH Ali Khoiril berada di urutan berikutnya dengan 144 suara atau 3,1 persen. Setelah itu terdapat TGK Marif Ma’mun dengan 138 suara atau 2,9 persen.
KH Nanrul Hidayat memperoleh 134 suara atau 2,8 persen, sedangkan KH Munif Zuhri (Girikusumo) meraih 121 suara atau 2,6 persen.
Baca juga: Prabowo Resmi Terima KTA NU di Jombang, Janji Saat Buka Muktamar Akhirnya Ditunaikan
Nama lainnya adalah KH Abdullah Ubab Maimoen dengan 102 suara, KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus) 96 suara, KH Ubaidillah Shodaqoh 70 suara, KH Ali Akbar Marbun 61 suara, dan Prof Dr KH Ma’ruf Amin dengan 48 suara.
Dalam bagian akhir daftar, sejumlah calon hanya memperoleh suara satu digit. Bahkan beberapa nama tercatat hanya mendapatkan satu suara dari keseluruhan enam bilik penghitungan.
9 Nama dengan Suara Tertinggi
Berdasarkan dokumen rekapitulasi yang dibagikan Gus Zaki, sembilan calon yang memperoleh suara tertinggi sekaligus tercantum berstatus AHWA Terpilih yakni:
- KH Nurul Huda Djazuli: 485 suara (10,3 persen)
- TGK KH Nuruzzahri Yahya: 477 suara (10,1 persen)
- AG Dr KH Baharuddin HS, MA: 392 suara (8,3 persen)
- KH Miftachul Akhyar: 350 suara (7,4 persen)
- KH Afifuddin Muhajir: 339 suara (7,2 persen)
- KH Anwar Iskandar: 326 suara (6,9 persen)
- KH Anwar Manshur: 303 suara (6,4 persen)
- Prof Dr KH Said Aqil Siroj: 273 suara (5,8 persen)
- Dr KH Abun Bunyamin, MA: 268 suara (5,7 persen)
Penetapan sembilan nama AHWA selanjutnya menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengambilan keputusan organisasi pada forum muktamar.
Dokumen yang dibagikan Gus Zaki menyebut data tersebut merupakan hasil penggabungan dari enam bilik atau panel penghitungan suara tabulasi calon AHWA.
Total terdapat 34 nama calon yang masuk dalam proses tabulasi dengan jumlah suara keseluruhan mencapai 4.703.
Editor : Ahmad Adirin