Nganjuk, MEMANGGIL.CO - Puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami mual dan muntah pada Rabu (2/9/2026), usai menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data sementara Pemerintah Kabupaten Nganjuk mencatat sebanyak 49 orang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan akibat keluhan tersebut.
Baca juga: Korban Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Jadi 259 Orang, 3 Masih Dirawat
Kabag Prokopim Pemkab Nganjuk Syamsudin mengatakan, dari jumlah sementara tersebut, 20 orang dirawat di Puskesmas Begadung, 17 orang di RSUD Nganjuk, dan 12 orang lainnya mendapat penanganan di RS Bhayangkara Nganjuk.
"Untuk yang di Puskesmas Begadung ada 20, di RSUD 17 dan di RS Bhayangkara 12. Sementara jumlahnya 49 orang," kata Syamsudin saat ditemui di RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).
Syamsudin menegaskan angka tersebut belum menjadi data akhir. Pemerintah masih melakukan pendataan terhadap siswa maupun pihak lain di lingkungan sekolah yang kemungkinan mengalami gejala serupa.
Apabila ditemukan korban tambahan yang membutuhkan penanganan, pasien dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan lainnya, termasuk Rumah Sakit Islam (RSI).
Hingga pemeriksaan berlangsung, pemerintah belum dapat memastikan makanan yang menjadi penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut.
Verifikasi masih dilakukan untuk mengetahui hubungan antara makanan yang dikonsumsi dengan gejala yang dialami para korban.
"Untuk menu belum dapat laporan. Yang jelas gejalanya mual dan muntah," ujar Syamsudin.
Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
Ia menyebut tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, dokter dan perawat, telah dikerahkan untuk melakukan observasi terhadap para pasien.
"Saat ini masih observasi. Semuanya kami maksimalkan, mulai dokter spesialis, dokter, perawat. Kami terus mendampingi untuk memberikan pelayanan terbaik. Kita doakan semoga semuanya segera pulih dan pulang ke rumah," kata Trihandy saat berada di RSUD Nganjuk.
Trihandy juga menyampaikan bahwa seluruh korban sementara ini berasal dari SMAN 3 Nganjuk.
Baca juga: Polisi Telusuri Sumber Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang
Dari 49 orang yang tercatat, satu di antaranya merupakan guru perempuan, sedangkan 48 lainnya merupakan siswa.
"Data (jumlah korban) masih belum fixed. Ada satu ibu guru, sisanya murid," ungkapnya.
Persoalan kemudian mengarah pada makanan yang dikonsumsi sebelum munculnya gejala. Trihandy menyebut para siswa sebelumnya menyantap nasi goreng.
Pantauan di lingkungan SMAN 3 Nganjuk menunjukkan menu yang ditunjukkan pihak sekolah berupa nasi goreng dan tahu bulat.
Menurut keterangan siswa, kondisi tubuh mereka awalnya tidak menunjukkan keluhan setelah makan.
Namun, sekitar dua jam kemudian sejumlah siswa mulai merasakan mual yang kemudian disertai muntah.
"Untuk menunya nasi goreng. Tadi mereka bercerita asalnya tidak merasakan apa-apa saat makan. Setelah jeda dua jam baru merasakan mual," jelas Trihandy.
Baca juga: 256 Siswa dan Guru SMPN 1 Kabuh Mengeluh Usai Santap MBG, SPPG Soroti Menu Udang
Pemkab Nganjuk selanjutnya memastikan sejumlah fasilitas kesehatan tetap disiagakan untuk menangani para korban.
Penanganan dilakukan di RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara Nganjuk, RSI, serta puskesmas terdekat sesuai kebutuhan medis masing-masing pasien.
Pemerintah juga masih melakukan verifikasi untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Selain itu, proses pendataan terus dilakukan untuk memastikan apakah jumlah korban masih bertambah.
Sampai berita ini diterbitkan, dugaan keracunan akibat menu MBG belum dapat dipastikan sebagai penyebab medis karena pemeriksaan dan verifikasi masih berlangsung.
Editor : Ahmad Adirin