Program Makan Bergizi Gratis Pemerintah

Dinkes Jombang Ambil Sampel Udang hingga Air SPPG Usai 256 Warga SMPN 1 Kabuh Sakit

Reporter : Elok Apriyanto
Siswa SMPN 1 Kabuh yang menjalani perawatan di puskesmas Kabuh usai keracunan.(Foto: Apriyanto)

Jombang, MEMANGGIL.CO - Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, kini memasuki tahap pemeriksaan untuk mencari sumber gangguan kesehatan yang dialami ratusan warga sekolah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mencatat sebanyak 256 warga sekolah mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap MBG pada Rabu (2/9/2026).

Baca juga: Korban Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Jadi 259 Orang, 3 Masih Dirawat

Tidak hanya siswa, kasus tersebut juga melibatkan guru dengan keluhan berupa diare, mual, muntah dan lemas.

Untuk mengungkap penyebabnya, petugas Dinkes mengambil sejumlah sampel dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan yang memasok makanan ke SMPN 1 Kabuh.

Sampel yang diperiksa bukan hanya makanan yang diduga dikonsumsi para siswa, tetapi juga air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.

Kepala Dinkes Jombang dr Hexa menyebut petugas mengambil sampel sayuran, udang berbumbu saus padang, nasi dan pepaya.

“Airnya juga, karena kemarin ternyata mengambil air dari isi ulang tetangga sebelah,” ujar Hexa, Kamis (3/9/2026).

Sampel tersebut kemudian dikirim ke BLK Surabaya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat persoalan pada bahan makanan, proses pengolahan maupun faktor lain yang dapat menjelaskan munculnya gejala pada warga sekolah.

Di sisi lain, Dinkes juga akan mengevaluasi kembali Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur SPPG.

“Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” kata Hexa.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan dapur penyedia MBG menerapkan standar higiene dan sanitasi sesuai ketentuan.

Hexa menjelaskan, penanganan terhadap pasien menjadi prioritas sebelum petugas melakukan pemeriksaan terhadap dapur penyedia makanan.

“Jadi setelah evakuasi untuk pasiennya, kita melakukan tindakan. Yang penting acuan kita untuk pasiennya dulu. Sudah ter-cover semuanya, baru kita cek ke SPPG,” jelasnya.

Berdasarkan hasil validasi Dinkes hingga Kamis (3/9/2026), dari 256 warga sekolah yang mengalami keluhan, tujuh orang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh.

Sebanyak 74 orang mendapatkan penanganan rawat jalan di puskesmas dan klinik, termasuk Klinik Mitra Plus serta Klinik As-Syifa.

Baca juga: Polisi Telusuri Sumber Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang

Sementara 175 orang lainnya memilih melakukan pengobatan secara mandiri.

Ratusan kasus tersebut menjadi perhatian karena keluhan muncul dalam rentang waktu beberapa jam setelah warga sekolah menyantap MBG.

Makanan dikonsumsi sekitar pukul 11.30 WIB, sedangkan keluhan mulai muncul sekitar pukul 17.00 WIB ketika sejumlah siswa sudah berada di rumah.

“Makanannya itu kemarin, mulai kejadiannya dari kemarin. Orang dipikir diare biasa, ternyata dihitung banyak,” ungkap Hexa.

Dinkes melihat pola gejala berupa diare, mual dan muntah sebagai indikasi yang masih perlu ditelusuri lebih jauh.

“Diare, mual-mual, terus kemudian ada yang sebagian muntah. Itu tanda-tanda dari adanya intoleransi makanan atau kualitas makanan,” jelasnya.

Meski demikian, Dinkes belum menyimpulkan bahwa salah satu menu MBG tertentu menjadi penyebab gangguan kesehatan.

Sebelumnya, sejumlah siswa menyebut udang berbumbu saus padang sebagai makanan yang dianggap memiliki rasa atau aroma kurang sedap.

Baca juga: 256 Siswa dan Guru SMPN 1 Kabuh Mengeluh Usai Santap MBG, SPPG Soroti Menu Udang

Namun, keterangan tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menetapkan udang sebagai penyebab, sehingga pemeriksaan laboratorium menjadi penentu dalam proses penelusuran.

Di Puskesmas Kabuh, tujuh siswa yang masih menjalani perawatan disebut menunjukkan perkembangan kondisi yang baik.

Mereka mendapatkan rehidrasi untuk membantu memulihkan cairan tubuh yang hilang akibat diare maupun muntah.

“Sudah bagus kondisinya, paling cuma rehidrasi saja. Mungkin besok pulang,” pungkas Hexa.

Kasus tersebut sebelumnya diketahui setelah puluhan siswa dan guru SMPN 1 Kabuh mengalami gangguan kesehatan usai menyantap MBG.

Jumlah awal sebanyak 80 warga sekolah kemudian berkembang menjadi 256 orang berdasarkan validasi Dinkes Jombang hingga Kamis siang.

Dengan bertambahnya jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan, pemeriksaan terhadap sampel makanan dan air serta evaluasi dapur SPPG menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab sebenarnya.

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru