Ini Weton Trah yang Disebut Cocok Jadi Anggota Polisi dan TNI Menurut Primbon Jawa

Reporter : Redaksi
Ilustrasi polisi dan TNI. (Istimewa)

Jakarta, MEMANGGIL.CO - Menjadi anggota TNI atau Polri merupakan salah satu cita-cita yang banyak diidamkan masyarakat. Selain membutuhkan kemampuan fisik, mental, kedisiplinan dan keberanian, dalam tradisi Jawa terdapat pula kepercayaan mengenai weton kelahiran yang disebut memiliki karakter cocok untuk profesi sebagai aparat negara.

Dalam Primbon Jawa, weton merupakan gabungan antara hari kelahiran dan pasaran Jawa yang digunakan untuk membaca karakter, watak hingga gambaran perjalanan hidup seseorang. Perhitungan tersebut secara tradisional kerap digunakan masyarakat Jawa untuk melihat kecenderungan karakter dan bidang kehidupan yang dianggap sesuai.

Baca juga: Warga Tuban Resah Bau Menyengat, PT IMB Kini Dihadapkan Persoalan Kecelakaan Kerja

Salah satu tafsir Primbon Jawa menyebut terdapat sejumlah weton yang dianggap mempunyai karakter kuat, disiplin, berani, bertanggung jawab dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karakter tersebut kemudian dikaitkan dengan profesi yang membutuhkan ketegasan dan keberanian, termasuk polisi maupun tentara.

Lantas, weton apa saja yang disebut memiliki karakter cocok untuk menjadi anggota TNI atau Polri?

Minggu Wage menjadi salah satu weton yang disebut memiliki karakter kuat untuk pekerjaan yang berkaitan dengan ketertiban, keamanan dan pelayanan masyarakat. Dalam tafsir Primbon yang dikutip dari berbagai sumber, pemilik weton ini digambarkan memiliki keberanian, wibawa dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja.

Pemilik Minggu Wage juga dikaitkan dengan watak kepemimpinan dan kemampuan memperoleh kepercayaan dari orang lain. Karakter tersebut dianggap menjadi modal yang mendukung pekerjaan dengan tanggung jawab besar dan tuntutan kedisiplinan.

Weton berikutnya adalah Selasa Pon. Dalam salah satu tafsir Primbon Jawa, Selasa Pon disebut mempunyai karakter tenang dalam mengambil keputusan, kemampuan analisis serta keberanian dalam menghadapi berbagai persoalan.

Karakter tersebut dinilai relevan dengan pekerjaan yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat dan tepat. Selasa Pon juga digambarkan memiliki kemampuan diplomasi serta kecenderungan untuk memimpin dan mengarahkan orang lain.

Kemudian ada Rabu Wage yang juga disebut memiliki karakter yang mendukung pekerjaan di bidang keamanan dan pengabdian kepada negara. Pemilik weton ini dalam tafsir tersebut digambarkan memiliki intuisi, keberanian serta kemampuan mengoordinasikan banyak orang.

Sikap tegas namun tetap mempertimbangkan keadilan menjadi salah satu karakter yang dikaitkan dengan Rabu Wage. Karena itu, weton ini dalam sejumlah tafsir Primbon dianggap memiliki peluang untuk berkembang dalam pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab dan kepemimpinan.

Rabu Kliwon juga termasuk weton yang sering dikaitkan dengan profesi polisi dan tentara. Dalam salah satu tafsir Primbon Jawa, Rabu Kliwon mempunyai neptu 15 dan dikenal dengan istilah Lakuning Srengenge atau memiliki karakter seperti matahari.

Baca juga: Sepekan Lebih Tanpa Solusi, Polemik 13 Pekerja Lokal PLN Nusantara Power Masuk Meja DPRD Tuban

Karakter tersebut digambarkan sebagai pribadi yang memiliki rasa tanggung jawab, disiplin dan jiwa kepemimpinan. Karena sifat tersebut, Rabu Kliwon disebut cocok menekuni pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat maupun negara, termasuk polisi dan tentara.

Selain empat weton tersebut, Rabu Legi juga kerap dikaitkan dengan profesi yang membutuhkan kemampuan berinteraksi dengan banyak orang. Sejumlah tafsir menyebut pemilik Rabu Legi memiliki karakter supel, bertanggung jawab dan mampu mengayomi orang lain.

Karakter komunikatif dan kemampuan bersosialisasi membuat Rabu Legi disebut cocok untuk berbagai profesi pelayanan publik. Polisi dan TNI termasuk bidang yang dalam sejumlah tafsir Primbon disebut dapat sesuai dengan karakter weton tersebut.

Namun, daftar weton tersebut tidak berarti seseorang yang lahir dengan weton tertentu otomatis akan menjadi anggota polisi atau TNI. Weton dalam konteks ini merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi budaya Jawa, bukan sistem seleksi resmi dalam penerimaan anggota TNI maupun Polri.

Dalam kehidupan nyata, seseorang yang ingin menjadi anggota TNI atau Polri tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang ditentukan institusi. Kemampuan akademik, kesehatan, kebugaran jasmani, psikologi, integritas, kedisiplinan dan persyaratan administrasi jauh lebih menentukan dibandingkan weton kelahiran.

Pembahasan mengenai weton lebih tepat dipandang sebagai bagian dari warisan budaya dan cara masyarakat Jawa membaca karakter seseorang. Kepercayaan tersebut tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang akan berhasil atau gagal dalam karier sebagai polisi maupun tentara.

Baca juga: UNAIR Berduka, Dosen dan Sosok Aktivis 98 Sekaligus Intelektual Demokrasi, Airlangga Pribadi Berpulang

Menariknya, tidak semua weton yang dianggap memiliki karakter kuat otomatis disebut cocok dengan profesi yang sangat disiplin. Contohnya, salah satu tafsir mengenai Rabu Pon justru menyebut adanya kecenderungan kurang disiplin sehingga pekerjaan seperti TNI, polisi atau PNS dinilai kurang sesuai jika karakter tersebut tidak mampu dikendalikan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa tafsir weton tidak selalu sesederhana menentukan hari kelahiran lalu menetapkan profesi seseorang. Watak positif maupun kelemahan yang dikaitkan dengan setiap weton tetap menjadi bagian dari interpretasi Primbon yang berbeda-beda.

Dengan demikian, bagi masyarakat yang penasaran dengan peluang karier berdasarkan weton, daftar tersebut dapat menjadi bahan untuk mengenal tradisi Primbon Jawa. Namun untuk urusan karier TNI dan Polri, kemampuan, usaha, latihan, pendidikan, kesehatan serta kesiapan mental tetap menjadi faktor yang jauh lebih nyata.

Jadi, apakah weton kelahiran Anda termasuk yang disebut punya karakter cocok menjadi polisi atau tentara? Dalam kepercayaan Primbon Jawa, beberapa weton seperti Minggu Wage, Selasa Pon, Rabu Wage, Rabu Kliwon dan Rabu Legi memang kerap dikaitkan dengan keberanian, kedisiplinan, kepemimpinan dan kemampuan mengayomi masyarakat.

Sekali lagi, tafsir tersebut merupakan bagian dari kepercayaan budaya Jawa dan bukan prediksi pasti mengenai masa depan seseorang. Setiap orang tetap memiliki kesempatan menentukan jalan hidupnya melalui pilihan, kemampuan dan usaha yang dilakukan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru