Tuban, MEMANGGIL.CO — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tuban menyatakan dukungan penuh dan satu komando terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur dalam merespons dinamika politik serta klaim sepihak Partai Amanat Nasional (PAN).
Salah satu hal yang menjadi perhatian PC GP Ansor Tuban adalah klaim PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin”. GP Ansor menilai klaim tersebut tidak cukup hanya disampaikan sebagai retorika politik, tetapi harus dibuktikan melalui kebijakan dan keberpihakan nyata terhadap warga Nahdliyin.
Baca juga: Warga Tuban Resah Bau Menyengat, PT IMB Kini Dihadapkan Persoalan Kecelakaan Kerja
Ketua PC GP Ansor Tuban, H. Abdul Muiz, menegaskan seluruh kader Ansor, mulai dari tingkat cabang hingga akar rumput, wajib menjaga garis komando organisasi yang hierarkis dan terpusat.
Menurutnya, loyalitas tegak lurus kepada kepengurusan PW GP Ansor Jawa Timur merupakan bagian penting untuk menjaga marwah, soliditas, sekaligus arah perjuangan organisasi.
“Garis komando dan loyalitas terhadap instruksi Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur adalah harga mati. PC GP Ansor Tuban siap satu barisan dan mengawal penuh setiap langkah strategis PW Ansor Jatim,” ujar H. Abdul Muiz, Senin, (7/9/2026)
Ia menjelaskan, Nahdlatul Ulama (NU) bersama seluruh badan otonomnya selama ini mengedepankan prinsip moderasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Di antaranya melalui nilai tawazun atau keseimbangan, tawasuth atau sikap moderat, serta prinsip-prinsip luhur lainnya.
Namun, lanjut Abdul Muiz, sikap moderat bukan berarti organisasi harus diam ketika menyangkut persoalan kaderisasi, marwah, dan stabilitas organisasi.
Baca juga: Sepekan Lebih Tanpa Solusi, Polemik 13 Pekerja Lokal PLN Nusantara Power Masuk Meja DPRD Tuban
“Ketika persoalan sudah menyangkut proses kaderisasi, marwah, serta stabilitas organisasi, maka batas-batas teritorial dan struktural kepemimpinan menuntut adanya sikap dan tindakan yang tegas,” tegasnya.
Dukungan PC GP Ansor Tuban tersebut sejalan dengan kritik PW GP Ansor Jawa Timur yang menyoroti persoalan kebijakan publik di lapangan. Salah satunya terkait dinamika pemindahan atau relokasi tenaga pendamping desa yang disebut banyak melibatkan kader muda NU di akar rumput.
GP Ansor menilai proses kebijakan yang menyangkut kader dan warga Nahdliyin harus dilakukan secara transparan serta berlandaskan prinsip keadilan. Kedekatan dengan warga Nahdliyin, menurut organisasi tersebut, semestinya dibuktikan melalui kebijakan yang berpihak dan berkeadilan, bukan sekadar melalui pelabelan politik ataupun kepentingan elektoral.
Baca juga: Dari Kolam Pembinaan Jadi Hasil Nyata, Lapas Tuban Panen Lele Bersama Warga Binaan
"PC GP Ansor Tuban memastikan seluruh struktur organisasi di daerah siap mengawal setiap instruksi PW GP Ansor Jawa Timur. Sikap tersebut ditegaskan sebagai bagian dari upaya menjaga masa depan kader sekaligus soliditas organisasi," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan Ansor juga menegaskan bahwa warga Nahdliyin bukan sekadar pasar suara atau komoditas politik yang hanya didekati ketika momentum elektoral tiba.
Karena itu, Abdul Muiz menegaskan setiap kebijakan maupun langkah yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kaderisasi di daerah akan disikapi secara tegas, terukur, dan tetap dalam satu barisan komando organisasi.
Editor : Abdul Rohman