Blora, MEMANGGIL.CO - Pembagian hasil pengelolaan sumur minyak masyarakat di Desa Soko kembali menjadi sorotan warga. Padahal, skema pembagian hasil tersebut sebelumnya telah disepakati melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang berlangsung alot pada Juni lalu.
Berdasarkan kesepakatan Musdes, proporsi pembagian hasil pengelolaan minyak ditetapkan sebesar 18% untuk pemilik lahan, 27% untuk pengurus kelola, 5% untuk Pendapatan Asli Desa (PAD), dan 50% untuk pihak investor.
Legitimasi kepengurusan penambang juga telah diperkuat melalui Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0004185.AH.01.07.TAHUN 2026 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Penambahan Minyak Sumur Masyarakat Soko.
Namun, dalam realisasinya di lapangan, nilai bagi hasil yang dialokasikan kepada warga dinilai sangat minim. Sejumlah warga mengaku hanya menerima uang tunai sebesar Rp50.000 per kepala keluarga (KK).
"Ya wingi kulo nampani lima puluh ribu pak," ujar salah seorang warga desa saat ditemui di sebuah warung kopi, Senin (7/9/2026).
Hal serupa disampaikan oleh Sarmin, salah satu tokoh masyarakat setempat. Ia membenarkan adanya pembagian uang sebesar Rp50.000 tersebut, meski tidak mengetahui detail proses penerimaannya secara langsung.
"Menawi njih mss, sing nampani bojo biasane," ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Sementara itu Mulyono selaku Kepala Desa Soko Kecamatan Jepon, saat dimintai keterangan mengenai, bagi hasil 5% yang sudah disepakati beberapa bulan lalu, ia menyampaikan bahwa sudah mencapai Rp.150 Jutaan.
"Kayaknya 3 bulan sudah ada seratus lima puluh jutaan mas untuk desa," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa warganya setiap KK mendapatkan uang Rp.50.000 dengan total KK di desa Soko hampir mendekati 300 KK. Terkait pembagiannya melalui RTnya masing-masing.
"Betul mas, hampir 300 KK karena 1 rumah kadang lebih dari 1 KK. Lewat RT mas yang bagi," tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hari ini juga ada pembagian sembako di balai desa Soko, dan dirinya tidak ikut acara karena dirinya ada acara di Kabupaten Grobogan.
Hingga berita ini tayang, pihak paguyuban belum memberikan rincian pasti mengenai total nominal dana bagi hasil yang disetorkan ke kas desa maupun yang dibagikan ke masyarakat. Mardi, selaku Ketua Paguyuban, sebelumnya enggan memberikan konfirmasi saat dihubungi.
Mardi hanya menyampaikan bahwa pihak paguyuban berencana menggelar agenda pembagian paket sembako yang difokuskan bagi warga lanjut usia (lansia) pada hari ini. Namun, transparansi mengenai angka pasti nilai pembagian hasil minyak tersebut masih belum mendapat jawaban resmi dari pengurus.
Editor : B. Wibowo