Menuju World Class University, Untag Surabaya Olah Sampah Jadi Kompos dan Energi Terbarukan

Reporter : Saputra
Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA.(Saputra/ Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengembangkan konsep zero waste sebagai bagian dari program eco campus sekaligus upaya mendukung target menjadi World Class University.

Konsep ini memanfaatkan lahan rooftop di lantai empat kampus untuk kegiatan penanaman hidroponik yang telah berjalan.

Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA. menjelaskan, zero waste diwujudkan melalui siklus pemanfaatan limbah agar tidak ada material yang terbuang.

“Jadi, kami bikin sebuah siklus yang kita namakan zero waste. Kami memanfaatkan lahan di lantai empat, kami punya rooftop yang nanti dimanfaatkan untuk penanaman hidroponik,” jelas Supangat, Senin (14/09/2026).

Dalam sistem ini, tanaman yang sudah tua dan limbahnya tidak langsung dibuang.

Material tersebut diolah kembali untuk siklus berikutnya. Untag juga memasukkan unsur fauna berupa kelinci dan ikan lele.

Limbah tanaman diolah jadi pakan. Sementara kotoran kelinci diproses menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman hidroponik.

"Limbah kelinci itu bisa menjadi kompos. Kita olah ada komposisinya. Komposisi itu yang nanti menjadi komposit di tanaman hidroponik kita. Nah, terus begitu siklusnya,” terangnya.

Prinsip utamanya adalah meminimalkan limbah keluar dari sistem.

“Zero waste, zero berarti kosong. Sampahnya tidak ada, tidak ada limbah yang terbuang. Jadi, semua termanfaatkan,” ujarnya.

Untuk mendukung sistem, Untag juga mengembangkan mesin pengolah bahan menjadi pelet. Mesin ini bukan teknologi baru, tetapi dimodifikasi agar lebih efektif.

Alat dasar seperti mesin giling sudah banyak di pasaran. Untag menambahkan motor penggerak, pisau pencacah, dan pemotong agar proses tidak manual dan hasil bisa disesuaikan untuk pelet.

“Mesin itu dimodifikasi biar berdaya guna, tepat guna kepada masyarakat. Bahan yang sudah ada di masyarakat dan harganya murah tinggal dimodifikasi,” ungkap Supangat.

Pengembangan zero waste ini menjadi bagian penting menuju World Class University.

Selain pengelolaan limbah, Untag juga menyiapkan efisiensi energi melalui pemasangan solar cell di sejumlah rooftop kampus.

“Bagian dari World Class University itu salah satunya bagaimana kita bisa menangani limbah. Disamping juga efisiensi energi yang nanti kita bangun solar cell di seluruh rooftop-rooftop itu,” pungkas Supangat.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru